Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Upacara Pemakaman Mugabe Sepi

Ahad 15 Sep 2019 09:27 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Tentara berbaris menyambut peti jenazah mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe dalam upacara pemakaman di stadion National Sportsdi Harare, Zimbabwe, Sabtu (14/9).

Tentara berbaris menyambut peti jenazah mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe dalam upacara pemakaman di stadion National Sportsdi Harare, Zimbabwe, Sabtu (14/9).

Foto: AP Photo/Tsvangirayi Mukwazhi
Banyak rakyat Zimbabwe mengatakan tidak datang karena represi yang dilakukan Mugabe.

REPUBLIKA.CO.ID, HARARE -- Jenazah mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe disemayamkan  di kota kelahirannya setelah sebelumnya dibaringkan dalam upacara pemakaman yang sepi di ibu kota Harare.

Para pemimpin negara-negara Afrika memuji Mugabe sebagai pahlawan kemerdekaan. Presiden Zimbabwe saat ini Emmerson Mnangagwa mengatakan 'ibu pertiwi kami sedang menangis'.

Tapi sebagian besar kursi stadion dalam upacara pemakaman itu kosong. Banyak rakyat Zimbabwe yang mengatakan mereka tidak datang karena represi yang dilakukan Mugabe selama pemerintahannya.

Perekonomian negara itu juga sedang dalam krisis. Inflansi dan pengangguran melonjak tajam. Banyak orang yang menyalahkan Mugabe atas hal itu.

"Kami lebih bahagia sekarang, dia sudah tiada, mengapa saya harus datang ke pemakamannya? Saya tidak punya bensin, kami tidak mau lagi mendengar apa-apa tentangnya, dia penyebab semua masalah," kata salah satu warga Harare, seperti dilansir di BBC, Ahad (15/9).

Jenazah Mugabe akan ditunjukkan ke publik di tempat kelahirannya Zvimba. Matahari yang terik menyengat, kerumunan orang yang antusias, dan perpisahan yang mengharukan memang terjadi dalam pemakaman Mugabe. Tapi hanya di titik-titik tertentu.

Ketika peti jenazah pendiri bangsa Zimbabwe itu dibawa ke stadion terlihat jelas hanya beberapa ribu orang yang menghadiri upacara pemakaman itu. Pemimpin-pemimpin negara Afrika baik yang dulu maupun sekarang bertepuk tangan ketika jenazah Mugabe datang.

Mereka duduk bersama para veteran yang berperang selama kemerdekaan. Mnangagwa yang menggulingkan Mugabe dua tahun lalu hanya terpisah dua kursi dari janda Mugabe, Grace.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA