Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Netanyahu Makin Dekatkan Diri pada Sayap Kanan

Senin 16 Sep 2019 06:54 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: Amir Cohen/Pool Photo via AP
Suara sayap kanan yang besar cukup menarik bagi Likud Party, partai Netanyahu.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Jelang pemungutan suara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meningkatkan tawarannya untuk kelompok sayap kanan. Ia mengumpulkan kabinetnya di Tepi Barat dan memberikan status legal untuk pos militer yang tak terotorisasi.

Pada Ahad (15/9), kabinet Netanyahu bertemu di Lembah Yordan, sebuah area pertanian dimana Netanyahu janji akan caplok jika ia memenangkan periode kelima. Kabinet Israel sangat jarang melakukan rapat di Tepi Barat.

Dalam rapat itu, pemerintah Israel umumkan menyetujui proposal Netanyahu untuk mengembalikan pos Mevo'ot Yericho ke pemukiman formal. Keputusan tersebut diambil sekitar 20 tahun setelah masyarakat pertanian di Lembah Jordan dibangun tanpa sanksi negara.

Dalam konferensi pers usai rapat tersebut, Netanyahu mengatakan hal itu akan tergantung pada pemerintah yang dibentuk usai pemilihan umum. Pemungutan suara digelar pada Selasa (17/9) mendatang.

Langkah ini diumumkan tepat di saat Netanyahu berusaha mendapatkan dukungan dari pemilih partai-partai ultranasional kecil. Netanyahu berusaha mereka ingin mendukung Likud Party yang mengusungnya.

Beberapa hari setelah menyuarakan kemarahan atas rencana pencaplokan Netanyahu di Lembah Yordan, rakyat Palestina mengatakan tidak ada keputusan pemerintah Israel yang dapat memberikan legitimasi untuk membangun pemukiman di wilayah okupasi. "Hanya rakyat Palestina yang dapat memutuskan apa yang terjadi dengan tanah mereka," kata Nabil Abu Rudeneh, juru bicara Presiden Palestina Mahmood Abbas.

Suara sayap kanan yang besar cukup menarik bagi Likud Party. Dengan rencana pencaplokan Tepi Barat, Netanyahu sendiri sudah memastikan ia bagian dari ultranasional.

Ia mengatakan memberikan suara kepada partai sayap kanan dan bukannya pada Likud Party justru akan menjauhkan kemenangan yang harusnya sudah dekat. Di Israel pemilih tidak memilih individu, tapi memilih daftar kandidat parlemen.

Jajak pendapat menunjukan posisi Likud Party dan Blue and White Party yang dipimpin Benny Gantz saling kejar. Artinya membangun koalisi menjadi kunci kemenangan sesungguhnya.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA