Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Korsel akan Pakai Cadangan Minyak Jika Harga Memburuk

Senin 16 Sep 2019 16:14 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nur Aini

Foto satelit pada Sabtu (14/9) menunjukkan asap hitam membubung berasal dari kebakaran di fasilitas pemrosesan minyak milik perusahaan Saudi Aramco di Buqyaq, Arab Saudi.

Foto satelit pada Sabtu (14/9) menunjukkan asap hitam membubung berasal dari kebakaran di fasilitas pemrosesan minyak milik perusahaan Saudi Aramco di Buqyaq, Arab Saudi.

Foto: Planet Labs Inc via AP
Harga minyak mentah dunia melonjak setelah serangan menghantam kilang Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) menyatakan pada Senin (16/9), bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk merilis cadangan minyak strategis jika keadaan impor minyak mentah memburuk setelah serangan pada Sabtu (14/9) di fasilitas minyak Arab Saudi.

Baca Juga

"Pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk menstabilkan permintaan dan situasi pasokan dan harga, seperti mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak jika situasinya memburuk," kata kementerian Energi Korsel.

Komentar itu muncul saat harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam empat bulan pada Senin. Serangan pada akhir pekan di fasilitas minyak mentah Saudi telah memicu kekhawatiran pasokan minyak.

Kementerian Energi Korsel menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mengantisipasi tidak ada dampak jangka pendek pada pengamanan pasokan minyak mentah dari Saudi. Tetapi jika situasi terjadi berlarut-larut, maka akan mengganggu pasokan minyak mentah.

Adapun Korsel, importir minyak mentah terbesar kelima di dunia, saat ini memiliki sekitar 96 juta barel minyak mentah dan produk olahan sebagai cadangan strategis. Dari total 96 juta barel, negara itu memiliki 82 juta barel minyak mentah dan sisanya adalah produk olahan seperti bensin, solar, dan nafta. Timbunan persediaan mencakup sekitar 90 hari kebutuhan minyak Korsel.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump juga mengizinkan penggunaan cadangan minyak darurat AS untuk memastikan pasokan yang stabil setelah serangan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA