Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Rusia Minta Semua Pihak Tahan Diri Respons Serangan Aramco

Selasa 17 Sep 2019 11:23 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Dmitry Peskov

Dmitry Peskov

Foto: Reuters
Rusia menanggapi tudingan Menlu AS bahwa Iran terlibat serangan.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pemerintah Rusia menyerukan semua pihak tak tergesa-gesa dalam merespons serangan terhadap fasilitas minyak milik Saudi Aramco. Sebab ketegangan saat ini, terutama antara Arab Saudi, Amerika Serikat (AS), dan Iran berisiko memicu konflik.

“Kami memandang negatif pertikaian ketegangan di kawasan itu dan menyerukan semua negara regional dan ekstra regional untuk menahan diri dari mengambil langkah yang tergesa-gesa serta menarik kesimpulan yang dapat memperburuk situasi,” ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin (16/9), dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Pernyataan Peskov merupakan tanggapan atas tudingan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa Iran terlibat dalam serangan tersebut. Peskov mendorong semua pihak terkait mengejar kebijakan yang dapat membantu meredakan ketegangan saat ini.

Dia mengungkapkan, serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Aramco tidak akan mempengaruhi rencana kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Saudi yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. “Kunjungan itu memang direncanakan untuk Oktober. Tanggal (kunjungan) tepatnya akan diumumkan ketika disepakati dengan Saudi,” ucapnya.

Saat berkunjung ke Riyadh nanti, Putin akan mendiskusikan beberapa isu, termasuk tentang peningkatan kerja sama bilateral. “Moskow dan Riyadh memiliki kemauan politik yang cukup untuk mencari peningkatan lebih lanjut dari kerja sama Rusia-Saudi,” kata Peskov.

Ketegangan telah membekap hubungan Saudi, AS, dan Iran. Hal itu terjadi sejak pabrik pengolahan minyak Saudi Aramco diserang sejumlah pesawat nirawak (drone) hingga menyebabkan kebakaran. Kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas aksi penyerangan tersebut.

Namun, AS menuding Iran sebagai otak di balik peristiwa itu. Teheran telah membantah tuduhan itu. Teheran menyatakan serangan terhadap Saudi Aramco dilakukan orang Yaman sebagai balasan atas kampanye militer Riyadh di negara tersebut.

Menteri Pertahanan AS Mike Esper telah mengatakan negaranya sedang mempersiapkan respons militer atas serangan terhadap Aramco. “Militer AS, dengan tim antarlembaga kami, bekerja dengan mitra kami untuk mengatasi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dan mempertahankan tatanan berdasarkan aturan internasional yang sedang dirusak oleh Iran,” ujar Esper, dikutip laman The Times of Israel.

Dia mengatakan telah bertemu dengan pimpinan Pentagon pasca-serangan fasilitas minyak Saudi Aramco akhir pekan lalu. Kendati demikian, Esper tak menjelaskan secara terperinci opsi militer apa saja yang berpotensi diambil AS.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA