Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Jacinda Ardern akan Bertemu Perdana dengan Donald Trump

Selasa 17 Sep 2019 18:11 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (kiri) bersama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Government House di Auckland, Selandia Baru, Ahad (12/5).

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (kiri) bersama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Government House di Auckland, Selandia Baru, Ahad (12/5).

Foto: Hannah Peters/Pool Photo via AP
Pertemuan Jacinda Ardern dan Donald Trump akan fokus pada ekonomi dan pertahanan.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sela-sela sidang Majelis Umum PBB pekan depan. Itu akan menjadi pertemuan bilateral perdana bagi keduanya. 

Baca Juga

Ardern mengungkapkan hubungan antara AS dan Selandia Baru sangat erat dan kuat. Kendati demikian, dalam pertemuan dengan Trump, dia akan lebih fokus pada masalah ekonomi dan pertahanan.

"AS adalah mitra keamanan utama Selandia Baru, dan mitra dagang penting," kata Ardern, dikutip laman the Guardian, Selasa (17/9). 

Selain membahas kerja sama bilateral, Ardern juga akan mendiskusikan isu-isu regional serta internasional. "Saya menantikan untuk membahas berbagai masalah internasional dan regional dengan Presiden Trump, termasuk kerja sama kami di Pasifik dan hubungan antara negara kami," ujarnya. 

Ardern dan Trump memiliki gaya kepemimpinan berbeda. Majalah Vogue bahkan sempat menjuluki Ardern "anti-Trump". Sebab majalah itu melihat figur Ardern sebagai sosok yang berlawanan dengan Trump. 

Kendati belum pernah melakukan pertemuan bilateral, Ardern dan Trump memiliki sejarah kisah. Pada November 2017, sebulan setelah Ardern menjabat sebagai perdana menteri, dia menghadiri KTT APEC di Vietnam. 

Saat itu Trump diduga sempat mengira Ardern sebagai istri Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Belakangan Ardern meminta maaf karena menceritakan momen salah duga Trump tersebut kepada temannya. 

Temannya, komedian Tom Sainsbury, dalam sebuah wawancara radio mengatakan bahwa Ardern pernah menceritakan tentang Trump padanya. Ardern mengungkapkan bahwa Trump "tidak oranye dalam kehidupan nyata".

Ardern mengatakan dia tidak ingin mengubah masalah itu menjadi insiden diplomatik. "Saya pikir hubungan saya (dengan Trump) benar-benar baik-baik saja," kata dia. 

Setelah menjadi perdana menteri, Ardern memuji Trump sebagai tokoh yang konsisten. "Dia adalah orang yang sama yang Anda lihat di belakang layar saat dia di depan umum atau melalui media," ucapnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA