Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Ketika Putin Mengutip Ayat Suci Alquran

Rabu 18 Sep 2019 00:02 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Foto: Kremlin Pool Photo via AP
Putin mengutip surah Ali-Imran untuk mengingatkan Perang Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin membuat banyak pihak terkaget usai mengutip ayat suci Alquran. Kutipan ayat disinggungnya untuk mendesak diakhirinya perang di Yaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun oleh koalisi negara-negara pimpinan Arab Saudi.

Baca Juga

Berbicara di Ankara, Turki bersama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani, Putin mengutip khusus Surah al-Imran.

"Dan ingat nikmat Allah yang diberikan kepadamu, ketika kamu saling bermusuhan dan Dia menyatukan hatimu dan menjadikan kami, atas kehendak-Nya, bersaudara," ujar presiden Rusia mengutip surah Ali-Imran ayat ke-103 seperti dikutip Russia Today, Selasa (17/9).

Putin juga mengutip referensi dari ajaran Alquran tentang bagaimana kekerasan hanya sah untuk membela diri. Ia terlihat seperti menyinggung dengan senyum guna menyarankan bahwa Arab Saudi harus membeli sistem pertahanan udara Rusia, seperti yang telah dilakukan Iran dan Turki.

Referensi ayat dalam kitab suci Alquran yang dipetik Putin itu turut disetujui oleh Erdogan dan Rouhani, yang masing-masing merupakan Muslim Sunni dan Syiah.

Kedua pemimpin negara itu juga memperingatkan invasi yang dipimpin Arab Saudi ke Yaman telah mengakibatkan puluhan ribu kematian selama lima tahun terakhir serta telah menghancurkan negara di ujung selatan Semenanjung Arab tersebut.

Perang di Yaman berawal dari perang saudara antara pemberontak Houthi dengan pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi. Namun perang tersebut meningkat menjadi peperangan yang lebih luas dengan serangan udara dari koalisi pimpinan Arab Saudi dan invasi darat besar-besaran yang dilakukan sejak 2015.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA