Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Hong Kong Batalkan Acara Peringatan Hari Kemerdekaan Cina

Kamis 19 Sep 2019 04:30 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Reiny Dwinanda

Kobaran api di depan pintu masuk stasiun kereta bawah tanah Wan Chai MTR di Hong Kong, Ahad (15/9). Demonstran kembali bentrok dengan polisi.

Kobaran api di depan pintu masuk stasiun kereta bawah tanah Wan Chai MTR di Hong Kong, Ahad (15/9). Demonstran kembali bentrok dengan polisi.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Belum ada pengumuman lebih lanjut tentang peringatan Hari Kemerdekaan Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG -- Hong Kong membatalkan acara kembang api tahunan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Cina. Acara tahunan itu tak jadi digelar menyusul unjuk rasa pro-demokrasi yang tidak menunjukan tanda-tanda akan berhenti.

Kota itu mengeluarkan pernyataan membatalan acara 1 Oktober pada Rabu (18/9). Pemerintah Hong Kong mengatakan bahwa acara itu dibatalkan berdasarkan perkembangan situasi terakhir dan demi keamanan publik.

Belum ada pengumuman lebih lanjut tentang peringatan hari kemerdekaan itu. Diperkirakan akan ada demonstrasi besar-besaran di hari peringatan 70 tahun berdirinya Partai Komunis yang memerintah Republik Rakyat Cina.

Sepanjang musim panas, Hong Kong didera unjuk rasa yang berujung menjadi kerusuhan. Banyak warga yang khawatir kebebasan mereka dikikis perlahan-lahan oleh Cina.

Kekerasan kembali terjadi pada Ahad (15/9) lalu. Gabungan antara aktivis yang mengenakan pakaian serbahitam dan masker serta keluarga dengan anak kecil tumpah ke jalanan Causeway Bay. Mereka berpawai sejauh dua kilometer menuju pusat bisnis Hong Kong.

Beberapa di antara mereka melambaikan bendera Amerika Serikat (AS) dan Inggris, sementara yang lain membawa poster dan meneriakkan slogan reformasi demokrasi. Polisi tidak memberikan izin yang diminta Front Hak Asasi Manusia Sipil untuk menggelar pawai. Tapi, pengunjuk rasa mengabaikan larangan itu.

Pawai tersebut mengganggu lalu lintas dan banyak toko termasuk Sogo yang merupakan salah satu pusat perbelajaan terbesar di Causeway Bay ditutup. Para pengunjuk rasa membakar bendera Cina dan menurunkan spanduk yang bertuliskan ucapan selamat hari kemerdekaan pada 1 Oktober mendatang.

Kejadian yang sama terlihat di pintu keluar stasiun. Pengunjuk rasa merusak kaca jendela dan kamera pengawas.

Lalu, ribuan pengunjuk rasa menyerang kompleks pemerintahan. Mereka melemparkan batu bata dan bom bensin ke pembatas yang dibuat polisi. Polisi pun membalasnya dengan melepaskan tembakan gas air mata dan water canon yang berisi cairan berwarna biru.

Cairan itu membantu polisi untuk mengidentifikasi pengunjuk rasa yang menyerang mereka. Dalam beberapa pekan terakhir, demonstrasi di Hong Kong berakhir dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi.

Pengunjuk rasa mundur, tapi berkumpul kembali di dekat permukiman Wan Chai. Mereka melakukan pembakaran di pintu keluar stasiun dan jalanan. Mereka kembali melarikan diri ketika polisi antihuru-hara mengejar. Terjadi adegan perburuan selama beberapa jam sampai akhirnya kondisi aman.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA