Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Ada Dukun Ingin Lengserkan Putin

Jumat 20 Sep 2019 07:48 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Vladimir Putin

Vladimir Putin

Foto: EPA/Sergei Chirikov
Polisi menahan dukun yang diduga hendak menjatuhkan Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kepolisian Rusia pada Kamis menangkap seorang balian/dukun asal Siberia yang berikrar akan berjalan kaki ke Moskow guna melengserkan Presiden Vladimir Putin dari kursi kekuasaan. Aksi Alexander Gabyshev, dukun Siberia, itu sempat menjadi topik hangat beberapa media di Rusia.

Baca Juga

Gabyshev pada Maret memulai perjalanannya menempuh lebih dari 8.000 kilometer (4.970 mil) dari kampung halamannya di Yakutia menuju Moskow guna menemui Putin yang dia sebut "roh jahat".

Namun, kepolisian wilayah Buryatia pada Kamis mengatakan, polisi telah menangkap seorang pria di sebuah jalan raya di Siberia. Penangkapan itu dilakukan karena pria tersebut diduga terlibat aksi kejahatan di Yakutia.

Namun, pihak kepolisian tidak menyebut dengan jelas aksi kriminal yang dilakukan pria itu. Kepolisian Buryatia akan menyerahkan pria itu ke pihak berwenang di Yakutia.

"Dari keterangan kepolisian, pria yang ditangkap itu adalah Gabyshev," kata kantor berita Interfax.

Penangkapan itu pun memancing protes dari pegiat hak asasi manusia, Amnesty International. Amnesty mengutuk keras penangkapan Gabyshev di wilayah timur Siberia.

"Aksi balian itu mungkin eksentrik, tetapi sikap kepolisian Rusia (yang menahan Gabyshev, red) tidak dapat diterima," kata Direktur Amnesty International Rusia, Natalia Zviagina dalam siaran tertulisnya.

Menurut Zviagina, Gabyshev punya hak untuk bebas menyatakan pandangan politiknya dan menjalani kepercayaannya sebagaimana warga negara lain.

Gabyshev mulanya diprediksi akan tiba di Moskow pada musim panas 2021. Namun hingga Kamis, ia baru berjalan sejauh 3.000 kilometer.

Praktik balian/perdukunan masih dapat ditemukan di beberapa wilayah Rusia. Aksi itu merupakan wujud kepercayaan bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan roh atau spirit yang tak terlihat keberadaannya.

Saat ditanya mengenai penangkapan Gabyshev, pihak Kremlin mengatakan mustahil bagi mereka untuk mengikuti seluruh kasus hukum di Rusia.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA