Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Korut Sambut Baik Saran Trump

Jumat 20 Sep 2019 22:27 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un membuat kesepakatan pelucutan senjata nuklir

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un membuat kesepakatan pelucutan senjata nuklir

Foto: AP
AS mendorong ada metode baru dalam perundingan program nuklir Korut.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Kepala negosiator nuklir Korea Utara (Korut) Kim Myong Gil menyambut saran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Presiden AS ke-45 itu menyarankan untuk menggunakan 'metode baru' dalam perundingan program nuklir Pyongyang.

Pada Jumat (20/9) Kim Myong Gil memuji Trump atas 'keputusan politik yang bijak' dalam mencari pendekatan baru mencairkan perundingan yang buntu tanpa pejabat 'pembuat masalah'. Kim Myong Gil menyinggung penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton yang mengundurkan diri pekan lalu.

Usaha Trump untuk menjalani hubungan dengan Korut dalam pertemuan bulan Februari lalu hampir gagal. Sebab, ia mengikuti saran Bolton menyerahkan secarik kertas yang meminta Pyongyang untuk mengirim senjata dan bom berkekuatan nuklir ke AS. 

Korut menyerang Bolton yang mengadvokasi kekuatan militer untuk menggulingkan pemerintahan Kim Jong-un. Korut menyebutnya sebagai 'maniak perang' dan 'manusia sampah'.

Trump mengatakan Bolton sudah membuat kesalahan. Termasuk menyerang Pemimpin Korut Kim Jong-un. Meminta Trump melakukan serangan seperti yang dilakukan AS ke Libya dan memaksa Korut untuk menyerahkan senjata nuklir mereka.

Pada hari Rabu (18/9) lalu Trump mengatakan saran Bolton dalam menggunakan cara Libya membuat 'AS mundur dengan sangat buruk sekali'. Sementara diplomasinya dengan Korut berhasil menahan negara itu untuk melakukan ujicoba nuklir dan mengembalikan jenazah pasukan AS yang hilang dalam Perang Korea pada tahun 1950 sampai 1953.

"Jadi saya pikir John harus melihat betapa buruknya mereka di masa lalu dan mungkin metode baru akan sangat bagus," kata Trump sebelum mengunjungi tembok perbatasan di California.

Negosiator Korut KIM Myong Gil mengatakan ia ingin 'optimistis' kepada AS. Membawa 'mengkalkulasikan metode yang tepat dalam perundingan selanjutnya'.

"Pada saat ini saya tidak terlalu yakin apa yang ia sarankan sebagai 'metode baru' tapi bagi saya tampaknya ia ingin menerapkan solusi langkah demi langkah dengan hal-hal yang layak dulu sementara satu sama lain membangun sikap salin percaya akan menjadi pilihan terbaik," kata Kim seperti yang dikutip kantor berita Korut KCNA. Sejak pertemuan terakhir perundingan perdamaian berjalan di tempat. Tapi Korut menawarkan untuk memulainya kembali.

Baca Juga

sumber : reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA