Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Walmart akan Berhenti Jual Vape

Sabtu 21 Sep 2019 15:55 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ani Nursalikah

Raksasa ritel Amerika Serikat Walmart

Raksasa ritel Amerika Serikat Walmart

Kematian kedelapan akibat vape telah dilaporkan pada pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Ritel terbesar di AS, Walmart, akan berhenti menjual rokok elektronik atau vape karena meningkatnya kompleksitas peraturan federal, negara bagian dan lokal mengenai produk tersebut. Dilansir di Time, Sabtu (21/9), disebutkan, langkah ini dilakukan setelah lebih dari 500 orang telah didiagnosis menderita penyakit pernapasan setelah menggunakan e-rokok dan alat vaping lainnya. Kematian kedelapan akibat vape telah dilaporkan pada pekan ini.

Keputusan Walmart adalah pukulan terbaru bagi industri vaping yang telah mencoba memposisikan produknya sebagai alternatif yang lebih sehat daripada rokok. Namun, industri ini semakin mendapat sorotan setelah kematian dan penyakit, bersamaan dengan meningkatnya perokok vape di bawah umur.

Baca Juga

Presiden AS Donald Trump telah mengusulkan larangan federal pada e-rokok berperisa dan produk vaping. Michigan melarang penjualan rokok elektrik rasa pada pekan ini. Pada Juni, San Francisco menjadi kota besar AS pertama yang melarang penjualan rokok elektronik.

Sebagian besar e-rokok dijual melalui toko vape, yang jumlahnya sekitar 115 ribu nasional dengan outlet tambahan termasuk toko obat, toko kelontong dan outlet tembakau. Vape merupakan bagian yang sangat kecil dari bisnis nikotin Walmart, yang juga termasuk rokok tradisional, tembakau tanpa asap dan permen karet nikotin sehingga dampaknya terhadap pengecer itu akan kecil.

"Ukuran dan skala Walmart membuat keputusan mereka terkena dampak bagi produk. Perusahaan Vaping akan sangat ditantang mengingat kurangnya akses konsumen langsung," ujar kata Greg Portell, mitra utama global dalam praktik konsumen dan ritel A.T. Kearney.

Pada Juli, Walmart, yang berbasis di Bentonville, Arkansas, menaikkan usia minimum untuk membeli produk tembakau, termasuk semua e-rokok, menjadi 21 tahun. Juga dikatakan saat itu sedang dalam proses menghentikan penjualan dam pengiriman nikotin elektronik beraroma dan rasa buah atau makanan manis.

Langkah itu datang ketika Walmart berusaha menjadi warga korporat yang lebih baik. Perusahaan ritel ini telah mengadopsi langkah-langkah untuk menjadi lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA