Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Taliban Temui Pejabat Cina Bahas Perdamaian Afghanistan

Selasa 24 Sep 2019 02:15 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Kelompok Taliban

Ilustrasi Kelompok Taliban

Foto: Foto : MgRol112
Sejak tahun lalu, AS telah menjalin negosiasi dengan Taliban.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kelompok Taliban mengutus delegasi ke Cina untuk membicarakan upaya perdamaian Afghanistan. Perundingan damai antara Taliban dan Amerika Serikat (AS) diketahui telah dihentikan Presiden Donald Trump.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang, pada Senin (23/9),  mengungkapkan, delegasi Taliban telah bertemu dengan sejumlah pejabat di negaranya akhir pekan lalu. Namun dia tak memberi penjelasan mendetail perihal pertemuan tersebut.

Juru bicara Taliban di Qatar Suhail Shaheen mengatakan, terdapat sembilan anggota yang berangkat ke Beijing. Delegasi itu dipimpin salah satu pendiri Taliban Mullah Baradar.

Menurut dia, delegasi Taliban bertemu dengan utusan khusus Cina untuk Afghanistan Deng Xijun. "Perwakilan khusus Cina mengatakan kesepakatan AS-Taliban adalah kerangka kerja yang baik untuk solusi damai masalah Afghanistan dan mereka mendukungnya," ujar Shaheen melalui akun Twitter pribadinya, dikutip laman Aljazirah.

Namun dia menyadari Trump telah memutuskan menghentikan perundingan dengan Taliban. Padahal pembicaraan yang telah dijalin selama sekitar setahun hampir mencapai kesepakatan.

"Sekarang, jika Presiden AS tidak bisa tetap berkomitmen pada kata-katanya dan melanggar janjinya, maka dia bertanggung jawab atas segala gangguan dan pertumpahan darah di Afghanistan," kata Shaheen.

Pada 8 September lalu Trump memutuskan membatalkan pertemuan dengan para pemimpin Taliban yang diagendakan digelar di Camp David, Maryland. Keputusan itu diambil setelah Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Ibu Kota Afghanistan Kabul. Sebanyak 12 orang tewas dalam insiden itu, termasuk satu tentara AS.

Sejak tahun lalu, AS telah menjalin negosiasi dengan Taliban. Permasalahan utama yang mereka bicarakan adalah tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Militer AS diketahui merupakan sekutu utama Pemerintah Afghanistan dalam memerangi Taliban.

Terdapat sekitar 14 ribu pasukan AS di Afghanistan. Mereka telah berada di sana selama sekitar 18 tahun.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA