Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Tiga TKI Diculik Kelompok Bersenjata di Sabah

Selasa 24 Sep 2019 14:10 WIB

Red: Ani Nursalikah

Police line

Police line

Foto: Wikipedia
TKI diculik ketika sedang menangkap udang.

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN -- Tiga tenaga kerja asal Indonesia (TKI) yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia kembali diculik oleh Kelompok Bersenjata di Perairan Tambisan Lahad Datu, sekitar pukul 11.50 waktu setempat, Senin (23/9). Kejadian ini dibenarkan oleh Konsulat RI Tawau Negeri Sabah, Sulistiyo Djati Ismoyo melalui sambungan telepon selulernya dari Nunukan.

Djati mengatakan Konsulat RI Tawau masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian negara itu perihal kronologi kejadian dan identitas korban. Djati mengakui, penculikan tersebut terjadi terhadap TKI yang sedang menangkap ikan dalam wilayah kerja Konsulat RI Tawau, tetapi majikannya berdomisili di Sandakan yang masuk dalam wilayah kerja Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu.

Konsulat RI Tawau ini sedang berkoordinasi dengan KJRI Kota Kinabalu untuk mendapatkan informasi valid sekaitan dengan identitas ketiga TKI yang diculik tersebut. “Memang benar ada warga Indonesia yang diculik di Lahad Datu (Malaysia). Kami sedang mencari informasi validnya termasuk berkoordinasi dengan KJRI Kota Kinabalu karena majikannya tinggal di Sandakan,” ujar Djati, Selasa siang (24/9).

Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu, Krishna Djelani melalui sambungan teleponnya juga membenarkan telah mendapatkan informasi soal penculikan yang dialami ketiga TKI di Perairan Tambisan Lahad Datu. Hanya saja penanganannya dilakukan oleh KRI Tawau karena lokasi kejadiannya masuk wilayah kerjanya.

Dikutip dari media BH Online Malaysia terbitan Senin, 23 September 2019 disebutkan ketiga TKI yang sedang menangkap udang diculik oleh tujuh orang bersenjata di Perairan Tambisan Tungku Lahad Datu. Ketiga TKI tanpa disebutkan identitasnya itu diperkirakan berusia 27 tahun hingga 48 tahun.

Sebagaimana pernyataan Pesuruhjaya Polis Sabah, Datuk Omar Mammah sesaat setelah kejadian menyebutkan, pada saat kejadian terdapat dua kapal nelayan yang sedang menangkap udang di perairan yang berbatasan dengan Filipina itu. Informasi awal yang diterima aparat kepolisian Lahad Datu diperoleh dari seorang saksi mata yang melaporkannya ke pos polisi terdekat.

Di lokasi kejadian terdapat dua kapal nelayan dengan posisi yang berjarak sekira 50 meter. Penculikan terjadi ketika sebuah kapal cepat (speedboat) berpenumpang empat orang menghampiri kapal yang digunakan ketiga TKI tersebut.

Menggunakan senjata api, kelompok bersenjata ini langsung merampas telepon seluler milik TKI ini. Sedangkan kapal nelayan lainnya dihampiri kelompok bersenjata berjumlah tiga orang.

Setelah itu, mereka langsung digiring menuju perairan Filipina. Sementara kapal yang digunakan ketiga TKI ditinggalkan di lokasi kejadian. Omar menjelaskan, Pasukan Polis Marin langsung menuju lokasi kejadian namun hanya menemukan satu kapal nelayan dalam keadaan kosong.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA