Rabu 25 Sep 2019 02:47 WIB

Parlemen Indonesia Dukung Kembangkan Sikap Saling Percaya

Diplomasi parlemen dinilai cukup efektif dalam menyelesaikan konflik wilayah.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPD RI Damayanti Lubis, saat mengikuti sidang ke-4 Parlemen Uerasia, di Kazakhstan, Selasa (24/9).
Foto: republika/joko sadewo
Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPD RI Damayanti Lubis, saat mengikuti sidang ke-4 Parlemen Uerasia, di Kazakhstan, Selasa (24/9).

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Joko Sadewo dari Astana, Kazakhstan.

ASTANA — Parlemen Indonesia dalam pertemuan ke-4 Parlemen Eurasia menyampaikan dukungan terhadap upaya membangun dialog, saling percaya, kerja sama, dan perdamaian. Selain itu, Indonesia juga mendukung keberadaan Eurasia.

"Yang disampaikan Indonesia dalam forum Eurasia ini adalah dukungan terhadap Eurasia itu sendiri,” kata Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, di sela kegiatan Pertemuan ke-4 Parlemen Eurasia, di Kazakhstan, Selasa (24/8).

Dalam pertemuan yang mengambil tema ‘Greater Eurasia: Dialogue, Trust, Partnership’ ini, dihadiri tidak kurang dari 65 parlemen negara di kawasan Eropa dan Asia. Dari Indonesia hadir Fadli Zon serta Wakil Ketua DPD RI Damayanti Lubis, serta sejumlah anggota DPR dan DPD RI.

photo
Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPD RI Damayanti Lubis, saat menghadiri sidang ke-4 parlemen Uerasia.

Fadli menyakini sikap-sikap tentang  trust, dialog, and partnerships merupakan hal yang penting. Termasuk tentang pentingnya diplomasi parlemen.

“Penyelesaian konflik di berbagai wilayah melalui diplomasi parlemen merupakan hal yang dimungkinkan,” ungkap Fadli.

photo
Suasana sidang pertemuan ke-4 parlemen Eurasia

Sementara Damayanti mengatakan diharapkan dalam Eurasia dikembangkan dialog, saling percaya, dan perdamaian.  “Kita bicara dalam tiga kerangka itu, yaitu bagaimana ada toleransi, bagaimana terosisme dihilangkan, dan tadi masuk ke geopolitik dan ekonomi,” ungkap dia.

Isu Spesifik

Dalam forum ini, menurut Fadli, Indonesia tidak membawa isu-isu spesifik dalam pertemuan Eurasia. Persoalan-persoalan yang dialami Indonesia, seperti masalah sawit, menurut dia, akan dilakukan melalui forum lobi.

“Kemarin dan tadi saya bertemu dengan beberapa ketua parlemen dari Turki dan beberapa negara eropa lainnya,” kata Fadli.

photo

Selain itu, kata Fadli, juga tidak ada resolusi khusus . Sejumlah persoalan bilateral regional seperti masalah Semenanjung Korea, Rohingya, Kasmir, menurut dia, sempat dibicarakan, tapi hal itu menjadi pernyataan negara masing-masing.

"Dengan duduk bersama saja, negara yang terlibat konflik, itu sudah merupakan hal menarik, yang membuka kesempatan untuk membicarakan hal-hal tersebut,” ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement