Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Pakistan, Malaysia, Turki Luncurkan TV Perangi Islamofobia.

Kamis 26 Sep 2019 18:02 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Mahatir, Erdogan, dan Imran Khan.

Mahatir, Erdogan, dan Imran Khan.

Foto: thenews.com.pk
Saluran televisi 3 negara akan memakai bahasa Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengadakan pertemuan trilateral di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Rabu (25/9). Ketiganya sepakat untuk meluncurkan saluran televisi bersama guna memerangi Islamofobia.

Baca Juga

Dalam pertemuan tersebut, ketiga pemimpin membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Perkembangan isu regional dan global pun turut dibahas, termasuk tentang Islamofobia.

Dari pertemuan itu, ketiga tokoh tersebut sepakat untuk meluncurkan saluran televisi untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan Islamofobia. “Presiden Erdogan, Perdana Menteri Mahathir, dan saya sendiri mengadakan pertemuan hari ini di mana kami memutuskan tiga negara kami akan bersama-sama memulai saluran televisi berbahasa Inggris untuk menghadapi tantangan yang dimunculkan Islamofobia dan meluruskan agama kami yang agung, Islam,” kata Imran Khan melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (26/9).

“Kesalahpahaman yang menyatukan orang-orang melawan Islam akan diperbaiki, masalah penistaan akan dikontekstualkan dengan benar, seri dan film akan diproduksi tentang sejarah Muslim untuk mendidik atau menginformasikan rakyat kita sendiri serta dunia, Muslim akan diberi kehadiran media yang berdedikasi,” kata Khan

Menteri luar negeri Malaysia, Pakistan, dan Turki mengadakan pertemuan trilateral tingkat menteri pertama di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-14 di Jeddah pada 30 Mei lalu. Dengan tetap memperhatikan besarnya kerja sama bilateral antara ketiga negara, mereka memutuskan mengadakan pertemuan puncak tiga pihak di sela-sela sesi Majelis Umum PBB.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA