Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pemimpin Dunia 'Loloskan' MBS Atas Pembunuhan Khashoggi

Rabu 02 Okt 2019 14:21 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Foto: AP/Cliff Owen
Khashoggi korban dari pembunuhan yang telah direncanakan.

REPUBLIKA.CO.ID, ONTARIO -- Profesor ilmu politik University of Waterloo, Kanada, Bessma Momani mengatakan pemimpin-pemimpin dunia telah 'meloloskan' Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Walaupun ada bukti MBS memiliki kaitan dengan pembunuhan tersebut.

Momani menyinggung laporan ahli dari PBB yang menemukan 'bukti yang dapat dipercaya' putra mahkota bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Penyelidikan yang dilakukan pelapor khusus PBB Agnes Callamard menemukan Khashoggi korban dari pembunuhan yang telah direncanakan.

"Tidak hanya dia (putra mahkota) diterima dalam acara internasional, tapi ia terus melakukan pertemuan langsung dengan pemimpin-pemimpin dunia termasuk dari negara demokrasi liberal," kata Momani, seperti dilansir di Aljazirah, Rabu (2/10).

Beberapa pekan setelah pembunuhan Khasshoggi di Istanbul, MBS menghadiri pertemuan G20 di Argentina. Saat itu, ia mendapatkan sambutan dingin dari pemimpin-pemimpin dunia lainnya.

Dalam sesi foto MBS yang ketika itu dituduh memerintahkan pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober 2018 berdiri di pojok. Ia diabaikan sebagian besar pemimpin perekonomian terbesar di dunia. Ia juga langsung keluar ruang setelah sesi foto selesai.

Ketika itu dalam pertemuan terpisah pemimpin Prancis, Kanada dan Inggris mengatakan mendukung penyelidikan pembunuhan Khashoggi. Namun, hal itu tidak terulang dalam pertemuan G20 di Osaka, Jepang pada Juni lalu.

Di sesi foto pertemuan G20 Osaka, MBS berdiri di depan. Saat itu, ia diapit Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberikan pujian khusus kepada MBS atas pekerjaannya yang luar biasa dalam mengatasi terorisme.

Momani mengatakan keberhasilan Pangeran Mohammed kembali menjadi bintang di pentas internasional membuktikan keunggulan Arab Saudi sebagai eksportir minyak dan importir senjata. Arab Saudi memang memiliki banyak kontrak senilai miliaran dolar AS dengan negara-negara Barat baik untuk menjual minyak atau membeli senjata.

Trump berulang kali memuji Arab Saudi yang telah membeli miliaran dolar senjata AS. Ia terang-terangan membela Arab Saudi dalam sejumlah perang proksi di Timur Tengah. 

Momani mengatakan keputusan untuk tidak menghukum MBS juga mencerminkan bangkitnya diktaktor nasionalis-populis di seluruh dunia. Hal ini dapat dilihat di China sampai India.

"Jika Anda mengecam Mohammed bin Salman, mengapa Anda tidak mengecam Xi Jinping di China, yang telah memasukan jutaan muslim Uighur ke kamp pengasingan, Narendra Modi di India yang menjadikan Kashmir menjadi penjara terbuka bagi para muslim, jadi mulai dari mana Anda melalukan pengecaman," katanya.

Selain kepentingan bisnis dan geopolitik, tambah Momani, suka atau tidak suka MBS telah melakukan sejumlah reformasi ekonomi dan sosial di Arab Saudi. Misalnya, berjanji untuk mendiversifikasikan perekonomian Arab Saudi agar tidak terlalu tergantung pada minyak dan mengizinkan perempuan membawa mobil sendiri.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA