Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pence Anggap Kasus Telepon Ukraina Bukan Masalah Serius

Sabtu 05 Oct 2019 11:19 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wakil Presiden AS Mike Pence melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kamis (5/9).

Wakil Presiden AS Mike Pence melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kamis (5/9).

Foto: Peter Summers/Pool photos via AP
Pence menolak panggilan Partai Demokrat karena menilai skandal Ukraina bukan masalah

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menolak permintaan untuk menyerahkan dokumen dalam penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump. Alasan dia menolak permintaan Partai Demokrat karena menilai penyelidikan itu tidak serius.

Baca Juga

Kantor Pence menanggapi permintaan Partai Demokrat dengan mengatakan telah menerima surat pada saat yang sama ketika diserahkan ke media. Surat tersebut telah diteruskan ke kantor penasihat untuk mendapat tanggapan.

"Mengingat ruang lingkupnya, itu tampaknya bukan permintaan serius, tetapi, hanya upaya lain dari partai Demokrat," ujar keterangan perwakilan kantor wakil presiden, dikutip dari The Independent, Sabtu (5/10).

Ketua dari tiga komite  House of Representatives menulis surat kepada Pence, meminta untuk menyerahkan materi yang berkaitan dengan percakapan telepon Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada 25 Juli. Dalam kejadian itu, Pence tidak ikut dan baru mengetahuinya pada hari berikutnya. Dia mengatakan, telah diberi pengarahan tentang masalah ini dan diberikan materi tentang panggilan tersebut.

"Baru-baru ini, laporan publik telah menimbulkan pertanyaan tentang peran apa pun yang mungkin telah Anda mainkan dalam menyampaikan atau memperkuat pesan presiden kepada Presiden Ukraina," tulis Elijah Cummings, Adam Schiff dan Eliot Engel dalam surat kepada Pence, dikutip dari The Guardian.

Upaya untuk tidak mematuhi permintaan dari House of Representatives yang melakukan investigasi itu, bahkan atas permintaan Trump sekali pun merupakan bukti yang akan memberatkan. Mereka akan menempatkan diri sebagai penghalang dalam kasus yang menjurus pada upaya pemakzulan Trump.

Pence pun memberikan tanggapan atas surat tersebut, dia membela panggilan Trump. Dalam komentar awal pekan ini saat berkunjung ke Arizona, dia berkata, salah satu alasan utama terpilih di Washington DC adalah untuk mengeringkan rawa.

"Dan saya pikir orang Amerika memiliki hak untuk mengetahui apakah wakil presiden Amerika Serikat atau keluarganya mendapat keuntungan dari posisinya sebagai wakil presiden selama pemerintahan terakhir. Itu tentang melihat ke belakang dan memahami apa yang sebenarnya terjadi," ujar Pence.

Permintaan Pence untuk menyerahkan dokumen mengikuti panggilan pengadilan ke Rudy Giuliani dan Mike Pompeo yang datang beberapa saat sebelum Partai Demokrat mengeluarkan panggilan pengadilan ke Gedung Putih. Awal pekan ini, mereka mengatakan, berencana untuk mengajukan panggilan pengadilan jika Trump tidak akan datang dengan materi yang berkaitan dengan panggilan Ukraina.

"Saya tidak tahu. Terserah pengacara. Saya tahu pengacara berpikir mereka tidak pernah melihat sesuatu yang tidak adil. Mereka belum pernah melihat sesuatu yang begitu tidak adil," ujar Trump.

Trump mengatakan, dia telah menjadi presiden hampir tiga tahun dan sudah bisa melaluinya selama itu. Kegiatan dalam pemimpin AS sudah menjadi bagian kesehariannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA