Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Israel Promosikan Pakta Non-Agresi dengan Negara Teluk Arab

Ahad 06 Oct 2019 20:24 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Andri Saubani

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Menteri Transportasi Yisrael Katz.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Menteri Transportasi Yisrael Katz.

Foto: REUTERS/Ronen Zvulun
Menlu Israel percaya pakta non-agresi dapat mengakhiri konflik dengan negara Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz, mengonfirmasi kabar bahwa dia sedang berupaya agar negaranya dapat menandatangani pakta non-agresi bersejarah dengan negara-negara Teluk Arab. Menurutnya, hal itu dapat mengakhiri konflik Israel dengan negara-negara Arab serta membantu mendorong kerja sama non-militer hingga kesepakatan damai dengan Palestina tercapai.

“Baru-baru ini saya telah mempromosikan, dengan dukungan perdana menteri, inisiatif diplomatik untuk menandatangani ‘perjanjian non-agresi’ dengan negara-negara Teluk Arab. Langkah bersejarah ini akan mengakhiri konflik dan memfasilitasi kerja sama sipil hingga perjanjian damai (dengan Palestina) ditandatangani,” kata Katz melalui akun Twitter pribadinya pada Ahad (6/10).

Dia mengaku telah mempresentasikan rencana tersebut kepada para menteri luar negeri negara-negara Arab dan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Jason Greenblatt di sela-sela sidang Majelis Umum PBB pekan lalu. “Saya akan terus bekerja untuk memperkuat status Israel di kawasan dan di seluruh dunia,” ujar Katz.

Komentar Katz muncul setelah stasiun televisi Israel, Channel 12, melaporkan bahwa inisiatif pakta non-agresi dengan negara-negara Teluk Arab sedang dalam tahap pengerjaan. Menurut Channel 12, rencana tersebut termasuk ketentuan membangun hubungan bilateral dan dilakukan dalam bayang-bayang ancaman keamanan Iran.

Channel 12 mengatakan, pakta non-agresi bertujuan mengeksplorasi fakta bahwa Israel dan negara-negara Teluk yang didominasi Sunni berbagi keprihatinan besar terhadap Iran Syiah. Seperti telah dikonfirmasi oleh Katz, stasiun televisi itu pun melaporkan bahwa pakta non-agresi sedang disusun dengan dukungan penuh dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Israel diketahui tak memiliki hubungan diplomasi dengan negara-negara Arab. Hanya Mesir dan Yordania yang menjalin relasi diplomatik degan Tel Aviv.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA