Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Trump Peringatkan Turki tak Bidik Pasukan AS di Suriah

Selasa 08 Oct 2019 07:40 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: AP Photo/Evan Vucci
Turki menggelar operasi militer di Suriah untuk memerangi pasukan Kurdi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah memperingatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar tak membidik pasukan AS yang berada di Suriah. Pernyataannya berkaitan dengan rencana Turki menggelar operasi militer di Suriah untuk memerangi pasukan Kurdi.

Baca Juga

Trump mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Erdogan saat melakukan percakapan via telepon pada Ahad (5/10). “Siapa saja dari orang kami terluka, masalah besar,” ujar Trump pada Senin (7/10).

“Saya sudah memberitahu Turki bahwa jika mereka melakukan sesuatu di luar apa yang kita anggap manusiawi, mereka bisa menderita kemurkaan ekonomi yang sangat menghancurkan,” kata Trump menambahkan.

Pada Ahad lalu, Gedung Putih mengumumkan akan menarik pasukan AS dari timur laut Suriah. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi memandang keputusan AS sebagai tikaman dari belakang. Sebab, selama ini mereka membantu Washington dalam memerangi ISIS.

SDF menilai, penarikan pasukan AS, ditambah dengan invasi Turki terhadap mereka, akan membalikkan kemenangan atas ISIS. Pasukan Kurdi di Suriah memang menjadi sekutu utama AS dalam memerangi ISIS.

Namun, Turki menganggap pasukan Kurdi, terutama Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), sebagai pemberontak dan ancaman bagi keamanannya. Ankara memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK adalah kelompok bersenjata Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Turki telah melabeli YPG dan PKK sebagai kelompok teroris.

Pada Januari 2018, Turki sempat menggelar operasi militer di wilayah Afrin, Suriah. Turki mengklaim operasi tersebut dilakukan untuk menumpas kelompok teroris dan milisi Kurdi yang mendiami wilayah itu. Adapun kelompoknya antara lain YPG, PKK,  Persatuan Komunitas Kurdistan (KCK), dan Partai Persatuan Demokratik Suriah (PYD). 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA