Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Otoritas AS Lindungi Pelapor Skandal Percakapan Trump

Selasa 08 Oct 2019 10:41 WIB

Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump, 22 September 2019.

Presiden AS Donald Trump, 22 September 2019.

Foto: AP Photo/Evan Vucci
Pengacara pelapor percakapan Donald Trump mengatakan keselamatan kliennya terancam

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Otoritas Amerika Serikat mengambil langkah pengamanan untuk melindungi seorang pejabat intelijen AS, yang mengajukan keluhan hingga berujung pada penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

Baca Juga

Para pengacara pelapor menyatakan kekhawatirannya melalui surat pada 28 September kepada penjabat direktur Intelijen Nasional, Joseph Maguire. Surat itu menyatakan bahwa keselamatan klien mereka dapat terancam setelah Trump menyebutkan ia adalah mata-mata yang melakukan pengkhianatan.

Mereka mengatakan orang-orang tertentu menawarkan "imbalan" 50 ribu dolar AS (sekitar Rp 707 miliar) untuk setiap informasi identitas pengungkap tersebut. Hal itu setelah pejabat intelijen tersebut mengadu kepada pengawas pemerintah bahwa Trump melalui percakapan telepon pada 25 Juli mendesak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyelidiki lawan politiknya, Joe Biden.

Sumber pemerintah AS yang mengetahui kasus pengungkapan itu mengatakan otoritas federal mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi pejabat tersebut. Namun menolak membocorkan langkah apa yang bakal diambil. Sumber itu juga bungkam ketika ditanya soal ancaman spesifik terhadap pengungkap.

Pengacara pengungkap enggan berkomentar soal keamanan kliennya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA