Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Jutaan Euro Anggaran Uni Eropa Disalahgunakan

Selasa 08 Okt 2019 14:53 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Bendera Uni Eropa.

Bendera Uni Eropa.

Foto: EPA/Patrick Seeger
Jerman ingin membatasi proposal mengatasi pengeluaran baru dalam imigrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Auditor Eropa mengatakan, tahun lalu, lebih dari empat juta euro anggaran Uni Eropa disalahgunakan. Laporan yang dirilis pada Selasa (8/10) menekankan lemahnya pemeriksaan penggunaan anggaran di negara-negara penerima. 

Laporan tahunan ini tampaknya akan mengipasi panasnya perdebatan tentang anggaran Uni Eropa untuk tujuh tahun ke depan. Jerman sebagai kontributor terbesar ingin membatasi proposal yang bertujuan mengatasi pengeluaran baru dalam imigrasi, jaminan sosial, dan penciptaan lapangan kerja.

Laporan ini ditulis Auditor Pengadilan Eropa (ECA) yang bertanggung jawab memeriksa anggaran tahunan Uni Eropa sebesar 155 miliar euro. Mereka memperkirakan 2,6 persen pengeluaran Uni Eropa tahun lalu tidak wajar. Jumlah itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2,4 persen.

Karena itu auditor Eropa hanya memberikan opini wajar dengan pengecualian. Presiden ECA Klaus-Heiner Lehne mengatakan ketidakwajaran yang berhasil terdeteksi tidak perlu menjadi sesuatu yang sangat dikhawatirkan karena nilainya sangat kecil dibandingkan besarnya anggaran dan sebagian besar disebabkan rumitnya peraturan pembayaran. 

Namun, ia memperingatkan tentang sektor-sektor dimana kesalahan ditemukan di tingkat yang lebih tinggi. Hal itu utamanya ketika anggaran Uni Eropa dibayarkan untuk mengganti biaya penelitian, proyek pembangunan di wilayah-wilayah miskin di blok itu atau sebagai bantuan ke negara berkembang di luar Uni Eropa.

Di beberapa bidang, ketidakwajaran mencapai lima persen dari total pengeluaran. Itu pun belum angka pastinya karena pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan sampel dan statistik.

Ketidakwajaran pembayaran biasanya karena kesalahan atau penerapan yang salah dari peraturan Uni Eropa. Tapi dalam kasus yang paling buruk ketidakwajaran itu dapat menyembunyikan penipuan.

Laporan ECA mengatakan hanya untuk beberapa pembayaran saja ECA mengajukan keprihatinan kepada otoritas investigasi. Karena adanya pelanggaran kriminal, tahun lalu kantor antipenipuan Uni Eropa OLAF merekomendasikan pemulihan anggaran sebesar 371 juta euro.

Sumber yang dapat diperiksa auditor cukup terbatas. Maka ketidakwajaran yang berhasil terdekteksi hanya mewakili sebagian kecil kesalahan dalam pengeluaran Uni Eropa.

Pihak berwenang di negara-negara anggota Uni Eropa tempat uang blok itu dihabiskan tidak selalu berkenan membantu. Sebab ketidakwajaran dalam menghabiskan anggaran dapat membuat mereka harus mengembalikan anggaran tersebut.

Padahal bagi beberapa negara di selatan dan timur Eropa anggaran itu sangat membantu perekonomian setempat. ECA mengatakan pada tahun lalu para auditor menemukan 70 persen ketidakwajaran pengeluaran ditemukan di negara-negara paling miskin di kawasan itu.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA