Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki Jika Serang Kurdi

Rabu 09 Oct 2019 00:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: Evan Vucci/AP
Kelompok Kurdi merupakan sekutu AS di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan ekonomi Turki jika negara itu melakukan penyerangan militer kepada kelompok Kurdi, yang merupakan sekutu AS di Suriah.

"Sebagaimana yang saya nyatakan dengan keras sebelumnya, dan untuk menegaskan kembali, jika Turki melakukan apa pun yang saya anggap keterlaluan, saya akan hancurkan dan lenyapkan ekonomi Turki (sudah pernah terjadi sebelumnya)!" kata Trump dalam sebuah cicitan di Twitter.

Ancaman Trump itu dinyatakan untuk menenangkan para pengkritik yang menuduhnya menelantarkan kelompok Kurdi dengan menarik pasukan AS dari Suriah. Keputusan Trump menuai kecaman dari partai Demokrat serta teguran dari sesama anggota partai Republik di Kongres, termasuk Mitch McConnell, pemimpin mayoritas Senat.

Bagaimanapun, Pemerintah Turki pada Selasa (8/10) menyebut telah menyelesaikan persiapan operasi militer di timur laut Suriah setelah AS menarik 50 prajurit pasukan khusus dari wilayah perbatasan Suriah pada Ahad (6/10). Penarikan prajurit AS akan membuat pasukan Kurdi di Suriah menjadi rentan terhadap serangan dari Angkatan Bersenjata Turki (TSK: Turkish Armed Forces). TSK menganggap kelompok Kurdi sebagai teroris karena terkait dengan jaringan militan Kurdi yang melancarkan pemberontakan panjang di dalam negeri Turki.

"TSK tidak akan pernah mentoleransi pembentukan koridor terorisme di perbatasan kami. Semua persiapan untuk operasi telah lengkap," tulis Kementerian Pertahanan Turki di Twitter.

Dalam cicitan itu juga ditambahkan mengenai urgensi melakukan tindakan di Suriah sebagaimana dituliskan sangat penting untuk membentuk zona aman atau koridor damai untuk berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di wilayah, serta agar warga Suriah bisa mendapat kehidupan yang aman. Walaupun demikian, Turki tidak serta merta memulai serangan ke utara Suriah, seperti diungkap oleh pejabat senior pemerintahan AS pada Senin (7/10).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy, menyatakan pada Senin malam Turki mempunyai hak mendasar untuk mengambil langkah dalam rangka melindungi keamanan nasional negaranya dari ancaman teroris Suriah. "Turki bertekad untuk menyapu bersih teroris dari wilayah Sungai Efrat di timur serta melindungi keamanan dan kelangsungan hidup selagi menerapkan zona aman dalam rangka mencapai perdamaian dan stabilitas," kata Aksoy dalam keterangan tertulis.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA