Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Anwar Ibrahim: Peralihan Kekuasaan di Malaysia Mid Oktober

Kamis 10 Oct 2019 05:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim (kanan) menceritakan pengalamannya dengan mendiang Presiden ke-3 RI BJ Habibie disaksikan putra pertama almarhum Ilham Akbar Habibie (kiri) saat bertakziah di Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim (kanan) menceritakan pengalamannya dengan mendiang Presiden ke-3 RI BJ Habibie disaksikan putra pertama almarhum Ilham Akbar Habibie (kiri) saat bertakziah di Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
PM Malaysia akan menyerahkan kepemimpinannya kepada Anwar Ibrahim pada mid Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peralihan kepemimpinan di Malaysia dari Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad ke Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bakal berlangsung pada pertengahan 2020. Hal itu diungkapkan Anwar usai bertakziah dan menemui keluarga mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Jakarta, Rabu.

"Ok, terkawal (peralihan kekuasaan, red), sekitar tahun depan, 2020, pertengahan tahun," kata Anwar.

Baca Juga

Walaupun demikian, Anwar tidak menyebutkan tanggal ataupun detail sejauh mana proses peralihan kekuasaan itu berlangsung. Ia hanya menunjukkan jika PM Mahathir akan mengalihkan kekuasannya pada 2020 atau setelah pemimpin negara tertua di dunia itu menjabat selama dua tahun.

Tun Dr Mahathir atau yang biasa dikenal dengan Dr M, telah berjanji akan menyerahkan jabatannya ke Anwar, khususnya setelah ketua Koalisi Pakatan Harapan itu terpilih kembali sebagai perdana menteri Malaysia pada Mei 2018. Namun. sejumlah media di Malaysia memberitakan bahwa Mahathir pada 3 Oktober 2019 menyebutkan bahwa dirinya belum berdiskusi mengenai peralihan kekuasaan itu.

Sebaliknya, Anwar menegaskan perbincangan mengenai transisi kekuasaan telah dilakukan. Tetapi, tanggal pasti memang belum ditentukan oleh kedua pihak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA