Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Turki Gempur Wilayah Suriah Utara

Kamis 10 Oct 2019 07:26 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Nur Aini

Pasukan Turki dan AS berpatroli dalam patroli darat gabungan di zona aman di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki dekat Tal Abyad, Suriah, 4 Oktober 2019.

Pasukan Turki dan AS berpatroli dalam patroli darat gabungan di zona aman di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki dekat Tal Abyad, Suriah, 4 Oktober 2019.

Foto: AP Photo/Baderkhan Ahmad
Dua warga sipil dilaporkan ikut terbunuh dalam operasi militer Turki di Suriah Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, SURIAH -- Turki melancarkan serangan kepada pasukan Kurdi di Suriah utara. Mereka melakukan serangan udara dan tembakan artileri di sepanjang perbatasan pada Rabu (9/10).

Baca Juga

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan serangan awal tersebut di Twitter dan menamainya 'Operation Peace Spring'. Serangan tersebut memicu kecaman dari negara-negara barat yang telah bersekutu dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Media setempat melaporkan tentara Turki melepaskan tembakan artileri di perbatasan Ras al-Ain dan pesawat tempur menjatuhkan bom-bom di daerah tersebut. Setidaknya dua warga sipil terbunuh.

Pasukan SDF melakukan serangan balik dengan melucurkan roket ka arah pasukan Turki. Mereka berusaha menyelamatkan warga sipil dari serangan tersebut.

Pengamat Perang Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Turki tak hanya menyerang Ras al-Ain tetapi juga perbatasan Tal Abyad barat. SDF meminta komunitas internasional bersuara agar terjadi gencatan senja untuk menyudahi krisis kemanusiaan yang terjadi.

Erdogan mengatakan operasi itu akan menargetkan kedua militan Kurdi dan ISIS. "Misi kami adalah mencegah teroris melintas perbatsan selatan kami dan ada perdamaian di Suriah," ujarnya dikutip dari The Guardian Kamis (10/10).

Mereka juga menginginkan 'zona aman' di sisi perbatsan Suriah untuk 3,6 juta pengungsi yang menjadi korban perang saudara selama delapan tahun ini. Sementara, Presiden AS Donald Trump menegaskan negaranya tidak akan menarik pasukan dari Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak Erdogan untuk 'berpikir dengan hati-hati' sebelum melakukan serangan.  Sedangkan, Uni Eropa menuntut Turki menghentikan operasi militernya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA