Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Turki Umumkan Operasi Militer di Suriah ke NATO dan PBB

Kamis 10 Oct 2019 08:10 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Tentara Turki

Tentara Turki

Foto: Huffington Post
Turki berupaya menumpas pasukan Kurdi yang menguasai perbatasan Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Kementerian Pertahanan Turki mengatakan personel militer Turki telah memasuki wilayah timur laut Suriah pada Rabu (9/10) malam waktu setempat. Mereka memulai serangan darat terhadap pasukan Kurdi yang menguasai daerah tersebut.

Baca Juga

Kementerian Pertahanan Turki mengungkapkan operasi militer untuk memerangi pasukan Kurdi di Suriah diberi nama “Operation Spring Peace”. Ankara mengklaim telah menginformasikan operasi tersebut kepada NATO dan PBB, termasuk Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, dan Italia.

“AS, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, NATO dan Sekretaris Jenderal PBB diberitahu tentang Operation Spring Peace mulai pukul 23.00,” kata Kementerian Pertahanan Turki melalui akun Twitter resminya, dikutip laman Anadolu Agency.

Turki berupaya menumpas pasukan Kurdi yang menguasai wilayah perbatasan Suriah. Mereka membidik pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Partai Persatuan Demokratik Suriah (PYD). Ankara memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK adalah kelompok bersenjata Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Turki telah melabeli YPG dan PKK sebagai kelompok teroris.

Turki memiliki perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah. Negara itu telah lama mengecam ancaman pasukan Kurdi di timur Sungai Eufrat dan pembentukan “koridor teroris” di sana. Ankara berencana memukimkan kembali 2 juta pengungsi Suriah di zona aman seluas 30 kilometer yang membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Namun, Turki menilai rencana itu tak bisa diwujudkan selama pasukan Kurdi, seperti PKK dan YPG menghuni daerah tersebut. Sejak 2016, Turki telah melakukan dua operasi militer berskala besar di Suriah barat laut.

Operasi itu bernama Operation Euphrates Shield dan Olive Branch. Selain mengincar PKK dan YPG, pasukan Ankara turut menargetkan milisi ISIS dalam operasinya. Turki sempat memperingatkan bahwa kelompok PKK dan YPG adalah ancaman terbesar bagi masa depan Suriah. Mereka dianggap dapat membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA