Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Arab Saudi Kecam Agresi Militer Turki di Suriah

Kamis 10 Oct 2019 10:45 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Iring-iringan kendaraan militer menuju ke perbatasan Turki-Suriah.

Iring-iringan kendaraan militer menuju ke perbatasan Turki-Suriah.

Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis
Serangan militer Turki di Suriah dinilai mengancam perdamaian kawasan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi mengecam operasi militer Turki di Suriah. Riyadh menilai, hal itu dapat mengancam perdamaian kawasan.

Baca Juga

“Kerajaan Arab Saudi mengecam agresi yang dilancarkan pasukan Turki di beberapa area di Suriah timur laut,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Saudi melalui akun Twitter resminya pada Kamis (10/10), dikutip Aljazirah.

Menurut Saudi, operasi militer Turki adalah pelanggaran mencolok terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Suriah. “Kerajaan Saudi menyatakan keprihatinannya atas agresi itu sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan kawasan, menekankan perlunya memastikan keselamatan rakyat Suriah, dan stabilitas, kedaulatan serta integritas teritorial Suriah,” ujar Saudi.

Riyadh menilai, agresi Turki ke Suriah tidak hanya akan berdampak negatif pada keamanan serta stabilitas kawasan, tapi juga merusak upaya internasional dalam memerangi ISIS. Pemerintah Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) juga telah mengecam operasi militer Turki di Suriah. Kedua negara menilai hal itu merupakan serangan terang-terangan dan tak dapat diterima terhadap kedaulatan negara tersebut.

“Mesir mengecam agresi Turki di wilayah,” kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan, Rabu (9/10). Kairo memperingatkan dampak operasi tersebut terhadap persatuan dan integritas teritorial Suriah.

Mesir pun menyerukan Liga Arab untuk segera menggelar pertemuan darurat untuk membahas operasi militer Turki di Suriah. Sementara, UEA menilai, operasi yang dilakukan Turki perkembangan yang berbahaya.

Selain agresi terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah, UEA menilai operasi militer Turki bertentangan dengan aturan hukum internasional. Oleh sebab itu, UEA mengecam aksi tersebut.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan, personel militer Turki telah memasuki wilayah timur laut Suriah pada Rabu malam waktu setempat. Mereka memulai serangan darat terhadap pasukan Kurdi yang menguasai daerah tersebut.

Turki memang hendak menumpas pasukan Kurdi yang menguasai wilayah perbatasan Suriah. Mereka membidik pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Partai Persatuan Demokratik Suriah (PYD). Ankara memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK adalah kelompok bersenjata Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Turki telah melabeli YPG dan PKK sebagai kelompok teroris. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA