Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Penembakan di Sinagoge Jerman Tewaskan Dua Orang

Kamis 10 Okt 2019 15:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Police line

Police line

Foto: Wikipedia
Motif pelaku penembakan belum jelas.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Seorang pelaku penembakan membunuh dua orang di sebuah sinagoge yang terletak di Halle, di Jerman. Penembakan yang disiarkan langsung ini dilakukan tepat pada hari Yom Kippur, hari tersuci dalam tahun Yahudi.

Beberapa media Jerman melaporkan pelaku penembakan melakukan aksinya seorang diri. Ia menembak seorang perempuan di luar sinagoge dan satu orang laki-laki di dekat toko kebab.

Dua orang lainnya dilaporkan terluka serius. Tapi stasiun televisi setempat MDR melaporkan korban luka tidak dalam kondisi kritis.

Media Jerman Spiegel dan Focus Online melaporkan polisi mengatakan mereka sudah menangkap satu orang, seorang laki-laki berusia 27 tahun yang bernama Stephen B. Undang-undang privasi Jerman melarang nama panjangnya disebutkan.

Dalam situs video streaming Twitch memperlihatkan seorang laki-laki muda berkepala plontos mendeklamasikan pernyataan pendek. Ia berada di sebuah tempat parkir mobil.

"Saya pikir Holocaust tidak pernah terjadi, feminisme adalah penyebab menurunnya angka kelahiran di Barat," kata laki-laki itu dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah, Kamis (10/10).

Ia juga menyinggung tentang imigrasi besar-besaran. Sebelum memulai penembakan ia mengakhiri pernyataan dengan menyimpulkan semua masalah disebabkan orang Yahudi. 

"Akar semua masalah ini adalah Yahudi," katanya.

Situs video streaming Twitch anak perusahaan dari Amazon Inc. Situs itu dibeli Amazon pada 2014 sebesar 970 juta dolar AS.

"Twitch akan bekerja dengan segera untuk menghapus konten ini dan kami menangguhkan setiap akun yang mengunggah atau mengunggah kembali konten aksi menjijikkan ini," kata juru bicara Amazon.

Amazon lalu mengatakan akan penyelidikan mereka menunjukkan 'banyak orang yang berkoordinasi dan membagikan video tersebut melalui layanan kirim pesan lainnya. Perusahaan teknologi raksasa itu tidak menjelaskan maksud mereka lebih lanjut.

Video dan tautan rekaman video itu diunggah di media sosial Twitter, 4chan dan forum-forum yang berfokus pada ujaran kebencian. Rekaman video itu juga ditemukan di beberapa saluran supremasi kulit putih di aplikasi Telegram.

Video itu menunjukkan seorang laki-laki mengendarai mobilnya ke arah sinagoge. Gerbang sinagoge ditutup dan tidak berhasil memaksa masuk lewat gerbang tersebut. Lalu ia melepaskan tembakan beberapa kali ke seorang perempuan yang sedang lewat. 

"Melalui sistem kamera keamanan kami melihat pelaku membawa senjata api dengan helm besi dan melepaskan tembakan untuk ke arah pintuh sinagoge kami, kami menghalangi pintu dari dalam dan menunggu polisi," kata ketua komunitas Yahudi di Helle, Max Privorozki kepada surat kabar Stuttgarter Zeitung.

Media Jerman lainnya Allgemeine Zeitung melaporkan ketika pelaku ditahan polisi menemukan ada luka di lehernya. Tanpa menyebutkan narasumbernya Allgemeine Zeitung menulis pihak keamanan curiga pelaku berusaha melakukan bunuh diri.

Pemerintahan Kanselir Jerman Angela Merkel sudah menyuarakan kemarahannya atas serangan yang terjadi saat Yom Kippur. Mereka menegaskan akan menindak dengan tegas kekerasan anti-semit.

Merkel mengunjungi sinagog di Berlin yang dihadiri 200 orang. Beberapa orang diantaranya mengibarkan bendera Israel dan menggenggam lilin. Menggelar acara berkabung di luar sinagoge.

"Kami harus menentang segala bentuk anti-semitisme," cicit juru bicara Merkel di Twitter.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA