Kamis 10 Oct 2019 18:27 WIB

Trump Gelar Kampanye Pertama Sejak Penyelidikan Pemakzulan

Kampanye ini akan dilakukan di Minnesota.

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland saat berada di Melsbroek Air Base di Brussels, Belgia, 10 Juli 2018. Trump menghalangi Sondland memberi kesaksian terkait pemakzulan Trump.
Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland saat berada di Melsbroek Air Base di Brussels, Belgia, 10 Juli 2018. Trump menghalangi Sondland memberi kesaksian terkait pemakzulan Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengadakan kampanye pertama sejak House of Representative meluncurkan penyelidikan pemakzulan. Kampanye ini akan dilakukan di Minnesota, negara bagian yang biasanya memilih Partai Demokrat.

Pendukung Trump dari Partai Republik akan mengisi 20 ribu kursi di Target Center pada Kamis (10/10) pukul 19.00 waktu setempat. Sementara orang-orang yang mendukung oposisi juga berencana menggelar unjuk rasa di luar gedung.

Baca Juga

"Saya pikir dia (Trump) ingin memiliki massa sebesar mungkin, jika dia dapat mengumpulkan 15 sampai 20 ribu orang pada Kamis malam di Minneapolis, itu mengirimkan sinyal," kata pakar strategi Partai Republik Alex Conant, Kamis (10/10).

Perjalanan Trump dalam upayanya dipilih kembali dalam pemilihan presiden 2020 tergantung dengan wilayah perdesaan dan negara-negara bagian bekas industri di mana ia hanya kalah tipis dalam pemilihan 2016.

Di Minnesota, Trump hanya kalah 1,5 persen dari Hillary Clinton. Juru bicara kampanye Trump mengatakan negara bagian itu menjadi kunci pemilihan presiden tahun depan.

Tidak seperti 2016, di mana tim kampanye Trump hanya menghabiskan sedikit uang dan waktu di daerah barat tengah. Kali ini mereka sudah mempekerjakan staf dan organisator. Dalam 16 bulan terakhir Trump sudah empat kali datang ke Minnesota.

Kedatangan Trump ke negara bagian itu lebih banyak mendapat kritikan. Wali Kota Minneapolis dikritik karena awalnya ia mengindikasikan Trump tidak akan diterima. Serikat polisi Minneapolis mulai menjual kaus pro-Trump setelah kepala polisi mereka mengatakan polisi yang sedang tidak bertugas dilarang menggunakan seragam ke acara politik.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement