Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Hadapi Skandal Korupsi, Menteri Kehakiman Korsel Mundur

Senin 14 Oct 2019 15:21 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Menteri Kehakiman Korea Selatan (Korsel) Cho Kuk

Menteri Kehakiman Korea Selatan (Korsel) Cho Kuk

Foto: Hong Hae-in/Yonhap via AP
Menteri Kehakiman Korsel menghadapi skandal korupsi yang melibatkan keluarganya.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Menteri Kehakiman Korea Selatan (Korsel) Cho Kuk mengundurkan diri dari jabatannya. Ia tengah menghadapi skandal korupsi yang melibatkan keluarganya. Cho Kuk mengatakan ia tidak ingin penunjukannya menjadi beban politik pemerintah.

Baca Juga

Presiden Moon Jae-in menunjuk Cho pada 9 September lalu untuk memimpin reformasi di kantor kejaksaan. Kritikus mengatakan sejak dahulu Cho rentan akan tekanan politik.

"Saya memutuskan saya harusnya tidak lagi membebani presiden dan pemerintah dengan urusan keluarga saya," kata Cho dalam pernyataan pengunduran dirinya, Senin (14/10).

Ia ditunjuk tepat ketika jaksa menyelidiki investasi keuangan keluarga dan skandal masuk universitas anak-anaknya yang memicu protes terhadap Cho.

"Saya yakin sekarang waktunya bagi saya untuk mundur sehingga reformasi kantor kejaksaan dapat diselesaikan dengan sukses," kata Cho.

Penasihat politik Moon, Kang Gi-Jung mengatakan keputusan Cho untuk mundur adalah keputusannya sendiri. Kontroversi Cho, melemahnya pertumbuhan ekonomi dan buntunya upaya diplomatik dengan Korea Utara membuat kepuasan masyarakat atau approval rating atas kinerja Moon jatuh.

Dalam jajak pendapat yang digelar Realmeter menunjukkan angka kepuasan atas kinerja Moon saat ini hanya sebesar 41,4 persen. Angka terendah sejak ia mulai menjabat sebagai presiden pada tahun 2017 lalu.

Real meter mengatakan pada pekan lalu sebanyak 56,1 persen dari 2.502 responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Moon, naik dari pekan pertama bulan Oktober yang sebesar 53,3 persen. Cho sempat menghadiri konferensi pers untuk mengumumkan beberapa langkah reformasi kantor kejaksaan seperti menutup beberapa unit penyelidikan yang menurut para kritikus bekerja tanpa pengawasan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA