Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Kualitas Pendidikan Picu Anak Muda Afrika Sulit Cari Kerja

Rabu 16 Oct 2019 02:25 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Peta Benua Afrika.

Peta Benua Afrika.

Foto: Libweb5.princeton.edu/ca
Afrika memiliki masalah di sektor pendidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Sejak tahun 2014 kualitas pendidikan dan pelatihan untuk negara-negara Afrika kian memburuk. The African Governance Report 2018 menyebutkan hal ini membuat banyak anak muda di Afrika tidak siap untuk memasuki lapangan kerja.

Laporan itu menggunakan data dari Ibrahim Index of African Governance (IIAG), sebuah survei paling komprehensif di benua tersebut. IIAG menemukan angka masuk dan akses pendidikan ke perguruan tinggi masih rendah.

"Hal ini menghasilkan populasi borjuis muda semakin kesulitan masuk dalam lapangan kerja," kata para peneliti di Mo Ibrahim Foundation yang menulis laporan tersebut, Rabu (16/10).

Para peneliti mengatakan mayoritas populasi Afrika sekarang rata-rata berusia 15 tahun ke atas. IIAG mengukur berbagai kreteria 54 negara Afrika mulai dari keamanan, hak asasi manusia, stabilitas ekonomi, hukum, pemilihan bebas, korupsi, infrastruktur, kemiskinan, kesehatan dan pendidikan.

Mo Ibrahim taipan asal Sudan yang mendirikan yayasan penelitian itu mengatakan Afrika harus mengatasi isu ini. Ia mengatakan Afrika memiliki masalah di sektor pendidikan.

"Ketika Anda melihat demografi, dan Anda melihat pertumbuhan ekonomi, Anda akan melihat sebenarnya kami jauh tertinggal," kata Ibrahim.

Pembangunan demografik menjadi isu hangat di Afrika. Menurut PBB antara tahun 2015 sampai 2050 pertumbuhan pendudukan benua itu akan menyumbang setengah dari populasi dunia. Pada tahun 2050 akan naik dua kali lipat dan dapat naik dua kali lipat lagi pada tahun 2100.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA