Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Mahathir Minta Malaysia Manfaatkan Rel Kereta Seperti Jepang

Kamis 17 Oct 2019 22:16 WIB

Red: Nur Aini

Kereta MRT di Malaysia.

Kereta MRT di Malaysia.

Foto: Wikimedia Commons
Malaysia diminta menggunakan rel terutama untuk pengangkutan barang.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengharapkan agar transportasi di Malaysia banyak menggunakan rel sebagaimana yang dilakukan Jepang.

Baca Juga

"Kita dapati bahwa di Malaysia rel tidak begitu digunakan, sebaliknya rel lebih baik karena dia tidak perlu berhenti di mana-mana melainkan berhenti di stasiun saja," ujar Mahathir saat jumpa pers usai meluncurkan Dasar Pengangkutan Negara 2019 - 2030 di Stasiun KL Sentral Kuala Lumpur, Kamis (17/10). Ia didampingi Menteri Transportasi Malaysia Anthony Locke.

Dia mengharapkan rakyat Malaysia menggunakan transportasi berbasis rel lebih sering, juga membawa barang terutama berukuran besar.

"Kadang kita lihat truk yang membawa mobil di jalan raya, kemudian truk yang membawa minyak dan barang lain-lain. Kadang-kadang terjadi kecelakaan sehingga ada yang cedera dan meninggal dunia, kemudian barang-barangnya hilang begitu saja," katanya.

Mahathir mengaku lebih suka barang yang berat dan besar dibawa dengan rel. Nantinya, kata PM, stasiun perlu menyiapkan tempat untuk menyimpan barang-barang tersebut secara aman serta menggunakan perlengkapan untuk mengatur barang yang diletakkan di kawasan-kawasan tertentu dekat dengan stasiun kereta.

"Kita harapkan pada masa mendatang sistem railway kita akan lebih maju seperti di negara Jepang, Korea, dan China. Ini adalah keinginan kita mengurangi kendaraan di atas jalan dan meningkatkan penggunaan rel bagi perjalanan terutama perjalanan jauh pada musim hari raya," katanya.

Dia mengatakan bahwa di Jepang kereta api terlihat keluar-masuk stasiun tidak pernah berhenti, yang artinya rel digunakan. Tetapi di Malaysia, ujarnya, warga perlu menunggu hingga kadang-kadang satu jam sebelum kereta api berikutnya datang.

"Ini bermakna kita membangun rel tetapi rel tidak digunakan. Rel itu investasi tinggi sehingga harus digunakan semaksimal mungkin," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA