Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Gencatan Senjata, Turki Bangun 12 Pos di Perbatasan Suriah

Sabtu 19 Okt 2019 04:22 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Presidential Press Service via AP
Gerilyawan Kurdi di Suriah menyebut Turki tidak menghormati gencatan senjata

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Gencatan senjata yang dilakukan militer Turki dan pasukan gerilyawan Kurdi di Suriah masih menyisakan serangan di sejumlah wilayah. Reuters melaporkan, aksi tembak menembak masih terdengar di wilayah Ras al Ain di Suriah. Aksi tembak menambak itu menggambarkan jeda perang sementara yang rapuh antara militer Turki dan gerilyawan Kurdi. 

Dikhawatirkan, aksi tembak menambak di wilayah timur laut Suriah tersebut, mengembalikan situasi genting antara pasukan militer Turki, dan gerilyawan Kurdi. “Di perbatasan (antara Turki dan Suriah) penembakan dapat di dengar di dekat kota Ras al Ain,” begitu laporan Reuters, Sabtu (19/10).

Seorang juru bicara gerilyawan Kurdi di Suriah mengatakan kepada Reuters, serangan di Ras al Ain, membuktikan Turki yang tak menghormati adanya gencatan senjata yang sudah disepakati.

Militer Turki dan gerilyawan Kurdi di Suriah, pada Kamis (17/10) sepakat untuk melakukan gencatan senjata setelah melewati perang dalam beberapa hari terakhir. Gencatan senjata dilakukan sejak Jumat (18/10) waktu setempat, selama lima hari. Presiden Reccep Tayyip Erdogan, gencatan senjata bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada gerilyawan Kurdi di Suriah keluar dari wilayah Turki. 

Masuknya gerilyawan Kurdi ke wilayah Turki, menjadi alasan bagi pemerintahan di Ankara menyerang perbatasan Suriah. “Dalam masa 120 jam (lima hari), kesempatan bagi organisasi YPG (Tentara Pembebasan Kurdi) untuk keluar dari daerah kami (Turki),” kata Erdogan. Selama pelaksanaan gencatan senjata itu, pun kata Erdogan, militernya akan membangun 12 pos militer untuk pengamatan dan pengamanan di sepanjang wilayah timur laut Suriah. 

Pos-pos militer tersebut, akan dibangun di sepanjang 300 mil wilayah dalam perbatasan negaranya dengan Suriah. Peta wilayah pendirian pos militer tersebut, dikatakan akan terbentang ke arah timur, yang bersinggungan juga dengan wilayah Irak di Sungai Eufrat. Pos-pos tersebut, juga dikatakan sebagai zona keamanan Turki untuk menghalangi serangan dari kelompok gerilyawan Kurdi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA