Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Badai di AS Lumpuhkan Aliran Listrik 500 Ribu Rumah

Sabtu 19 Oct 2019 13:10 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Dwi Murdaningsih

Badai (ilustrasi)

Badai (ilustrasi)

Foto: Reuters
Wilayah Massachusetts dan Rhode Islands dilaporkan mengalami badai paling parah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAINE - Topan besar menyerang Northeast, Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Topan menyebabkan lebih dari 500 ribu rumah dari New York hingga Maine tanpa aliran listrik, Kamis pagi waktu setempat.

Menurut Biro Cuaca Nasional, topan diperkirakan akan membawa hujan deras, angin kencang, dan erosi pantai di beberapa bagian wilayah New England hingga Kamis sebelum mendekati wilayah Kanada pada Jumat.

"Topan 'bom' adalah badai yang menguat dengan cepat yang pasti akan melepaskan angin kencang dan hujan deras," ujar ahli metereologi Accuweather, Bill Deger dilansir Time, Sabtu (19/10).

Wilayah Massachusetts dan Rhode Islands dilaporkan menerima badai paling parah. Kendati demikian, pada Jumat angin sudah melemah. "Bahaya besar bukanlah banjir, tetapi angin yang telah mencapai kisaran 70 - 90 mph," ujar Deger.

Pada Kamis, lebih dari 225 ribu rumah di Massachusetts saja mengalami padam listrik. Polisi Negara Bagian Massachusetts telah menanggapi banyak laporan tentang pohon tumbang dan kabel listrik yang rusak karena angin kencang.

PowerOutage.us mencatat 200 ribu rumah tanpa aliran listrik di seluruh New England. Dilansir Yahoo News, tiga orang meninggal dunia dan delapan lainnya terluka dalam sebuah kecelakaan yang kemungkinan terkait dengan hujan dan angin kencang. Kecelakaan terjadi pada sebuah van di Chestar County, Pennsylvania.

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun, ahli meteorologi AccuWeather mengatakan cuaca hujan bisa menjadi penyebabnya. "Pada saat kecelakaan, hujan deras turun di seluruh wilayah, dan bisa menjadi faktor," kata ahli meteorologi AccuWeather, Jake Sojda.

Sejumlah penerbangan di bandara internasional juga banyak yang mengalami pembatalan disebabkan oleh topan tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA