Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Dituduh Terkait Gulen, Karaca Ditangkap di Kamboja

Sabtu 19 Oct 2019 16:07 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Endro Yuwanto

Fethullah Gulen (Ilustrasi)

Fethullah Gulen (Ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah
Mantan direktur sekolah yang dikelola Fethulla Gulen itu tangkap pada 14 Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Polisi Kamboja menangkap warga negara Turki-Meksiko. Mantan direktur sekolah yang dikelola Fethulla Gulen itu tangkap pada 14 Oktober lalu.

Mantan direktur Zaman International School, Osman Karaca, ditangkap delapan polisi ketika ia sedang berada di bank di Phnom Penh, Kamboja. Istrinya Grace Karaca yang berada di Meksiko khawatir ia dan suami akan diekstradiksi ke Turki.

"Itu terakhir kali kami mendengarnya," kata Karaca, dilansir Reuters, Sabtu (19/10).

Kini Grace tinggal di Meksiko bersama putranya. Meksiko tidak memiliki perwakilan di Kamboja, tapi Meksiko memiliki kedutaan besar di Vietnam. Kedutaan besar Meksiko di Vietnam mengkonfirmasi penangkapan tersebut.

Perwakilian Meksiko itu sudah meminta Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyediakan informasi. Mereka juga sudah meminta Karaca diberi kesempatan berkomunikasi dengan konsulat.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja Khieu Sopheak belum dapat dihubungi. Juru bicara kepolisian Kamboja Chhay Kim Khoeun menolak untuk berkomentar. Kedutaan Besar Turki di Phnom Penh juga belum menjawab permintaan komentar.

Presiden Turki Tayyep Erdogan menyalahkan Gulen atas upaya kudeta tahun 2016 lalu. Ia juga meminta ekstradiksi beberapa orang yang memiliki kaitan dengan gerakan Gulen termasuk staf sekolah yang didanai ulama itu di seluruh dunia.

Gulen membantah terlibat dalam pemberontakan gagal itu. Di masa jayanya, gerakan Gulen mengelola sekolah di 160 negara. Dari Afghanistan sampai Amerika Serikat. Sejak kudeta, Turki memaksa sekolah-sekolah itu ditutup.

Tiga tahun sejak kudeta, Pemerintah Turki telah memenjarakan 77 ribu orang. Sekitar 150 orang pegawai negeri sipil, personel militer, dan pengabdi negara lainnya dipecat atau diskors.

Ankara mempertahankan tindakan keras yang menurut mereka dibutuhkan untuk besarnya skala ancaman yang dihadapi Turki. Mereka bersumpah untuk menghancurkan seluruh jaringan Gulen.

Karaca lahir di Turki tapi memiliki paspor Meksiko. Grace mengatakan, suaminya menjabat sebagai direktur Zaman International School dari tahun 2002 sampai 2011.

Sekolah itu sudah dijual tahun lalu. Direktur regional Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Amnesty International Nicholas Bequelin meminta pihak berwenang Kamboja untuk membawa Karaca ke hadapan hakim dengan adil atau segera membebaskannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA