Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Trump Batalkan Rencana Gelar KTT G7 di Resor Golfnya

Ahad 20 Oct 2019 14:19 WIB

Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland saat berada di Melsbroek Air Base di Brussels, Belgia, 10 Juli 2018. Trump menghalangi Sondland memberi kesaksian terkait pemakzulan Trump.

Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland saat berada di Melsbroek Air Base di Brussels, Belgia, 10 Juli 2018. Trump menghalangi Sondland memberi kesaksian terkait pemakzulan Trump.

Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Pemilihan resor golf dikecam karena menguntungkan pribadi Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Donald Trump membatalkan rencana menjamu KTT Kelompok Tujuh tahun depan di resor golf Florida miliknya, Sabtu malam (19/10). Demokrat dan yang lain mengecam pemilihan tempat itu sebagai bukti presiden menyalahgunakan kantor untuk keuntungan pribadi.

Dalam serangkaian cicitan, Trump mengatakan ia akan membatalkan rencana menjadi tuan rumah pertemuan di resor golf Trump National Doral di dekat Miami pada 10 hingga 12 Juni. Sebelumnya, rencana pemilihan resor golf Trump diumumkan Kamis oleh penjabat kepala staf Gedung Putih Mick Mulvaney.

"Permusuhan irasional dari Demokrat dan media berita dalam menjelaskan pembatalan. Kami akan segera mulai mencari tempat lain, termasuk kemungkinan Camp David, segera," tulisnya.

Presiden dari partai Republik itu menghadapi kritik dan sejumlah penyelidikan kongres atas keuangannya dan potensi konflik kepentingan yang bersumber dari bisnis real estate yang masih ia miliki. Selain itu, Trump juga diguncang penyelidikan pemalsuan terhadap tuduhan ia mengejar kepentingan politik dalam hubungannya dengan Ukraina.

Klausul konstitusi AS A melarang pejabat pemerintah menerima gaji, biaya atau keuntungan dari pemerintah asing dan domestik tanpa persetujuan kongres. Kelompok pengawas Warga Negara untuk Tanggung Jawab dan Etika di Washington mengatakan pada Sabtu keputusan awal memberikan acara tersebut kepada properti Trump adalah sangat korup. Namun, pembatalan itu menunjukkan tekanan berhasil.

"Presiden tidak layak dipuji karena melakukan hal yang benar hanya setelah protes publik memaksanya tidak melakukan hal yang salah," katanya.

Demokrat mengatakan mereka akan menyelidiki rencana Trump menjadi tuan rumah G7 di propertinya setelah ia melayangkan gagasan itu pada Agustus. Keputusan itu juga memicu kecaman dari sejumlah Republikan.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, Ketua Komite Kehakiman DPR Jerrold Nadler menyebut pengumuman itu di antara contoh paling berani tentang korupsi presiden. Nadler mengatakan komite akan terus menyelidiki masalah ini.

Pengumuman mendorong permintaan dari Demokrat untuk catatan terperinci dari Gedung Putih untuk menjelaskan mengapa 11 lokasi lain tidak dipilih dan berapa banyak pembayar pajak akan membayar. Pada Mei, Washington Post melaporkan pendapatan operasional Doral golf resort turun 69 persen sejak 2015, mengutip dokumen perusahaan yang ditinjau.

Mulvaney telah menyarankan pada Kamis (17/10) Trump tidak akan mendapat untung dari penggunaan properti itu. Dia juga mengatakan menggunakan Doral golf resort jutaan dolar lebih murah daripada fasilitas lain. Hal itu akan mengarah pada penghematan sekitar 50 persen, tetapi Gedung Putih tidak mengeluarkan dokumen apa pun untuk menjelaskan analisis itu.

Trump pertama kali melayangkan gagasan itu pada Agustus setelah menghadiri G7 di Prancis. Dia juga menjamu para pemimpin dunia di beberapa propertinya yang lain, termasuk di klub tepi pantai Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA