Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Demonstrasi Cile Ricuh, Korban Jiwa Berjatuhan

Senin 21 Oct 2019 08:20 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Water cannon polisi memadamkan barikade yang dibakar demonstran di stasiun kereta bawah tanah Santa Lucia di Santiago, Cile, Jumat (18/10).

Water cannon polisi memadamkan barikade yang dibakar demonstran di stasiun kereta bawah tanah Santa Lucia di Santiago, Cile, Jumat (18/10).

Foto: AP Photo/Esteban Felix
Demonstrasi di Cile diwarnai aksi penjarahan dan pembakaran toko.

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO -- Tiga orang tewas di supermarket yang dibakar dan dijarah di Santiago, Cile. Pemerintah mengatakan tentara menembak dua orang dan menahan satu orang penjarah. Unjuk rasa di Cile memasuki pekan kedua dan semakin intensif setelah masa darurat nasional diumumkan.

Baca Juga

Transportasi di pusat kota terhenti dan ada kekacauan di bandara internasional. Gubernur kota Santiago mengatakan penerbangan keluar dan masuk Santiago dibatalkan atau ditunda. Sebab, kru pesawat tidak dapat bekerja.

Santiago dan kota-kota di Cile lainnya telah bergejolak selama beberapa hari terakhir. Kerusuhan terjadi setelah pengunjuk rasa memprotes kenaikan tarif transportasi publik yang membuat Presiden Sebastian Pinera menarik kembali kebijakan itu dan mendeklarasikan masa darurat nasional.

Pada Ahad (20/10), Gubernur Santiago Karla Rubiar mengatakan ada tiga orang yang tewas di supermarket di distrik San Bernando. Para korban tewas dalam kebakaran yang dilakukan pengunjuk rasa.

Kemudian Menteri Dalam negeri Andres Chadwick mengatakan hanya dua orang yang tewas dan satu lagi terluka serius. Jaksa Xavier Armendariz mengatakan korban keempat tewas dalam kebakaran di supermarket di Matucana, pusat kota Santiago.    

Lalu kejaksaan mengatakan sudah ada 1.462 orang yang didakwa atas kurusuhan yang terjadi pada Ahad kemarin. Sebanyak 614 orang berasal dari Santiago. Sebelumnya, sudah ada 179 orang ditahan di Santiago.

Pada Senin (21/10), Chadwick mengatakan lebih dari 240 orang sudah ditahan karena melanggar jam malam yang diberlakukan di Santiago dari pukul 22.00 sampai 07.00. Jam malam pertama di Chili sejak kediktaktoran Augusto Pinochet.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan mereka tidak bisa memastikan apakah kondisi darurat nasional di Santiago sampai wilayah Valparaíso, Bío Bío, Coquimbo dan O´Higgins diperpanjang atau tidak. Kabarnya Pinera sudah memberi mandat kepada militer untuk menertibkan kembali kondisi di ibukota.

Militer sudah menembak dan melukai dua orang di pemukiman kumuh La Pintana. Penembakan terjadi saat militer berusaha menangkap orang yang mengobrak-abrik supermarket selama jam malam.  

Militer mengatakan satu orang yang terluka adalah penumpang mobil yang datang ke arah konvoi militer. Mobil itu tidak mengindahkan tembakan peringatan. Sementara satu orang lagi adalah orang lewat.

Walmart Cile mengkonfirmasi telah menutup toko mereka di seluruh negara Amerika Latin itu. Sudah ada enam toko mereka yang dibakar dan 111 lainnya dijarah. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA