Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kritikus Partai Republik Berbalik Dukung Trump Soal Suriah

Senin 21 Okt 2019 10:11 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Tentara oposisi Suriah yang didukung Turki mengendarai kendaraan bersenjata di Akcakale, Sanliurfa, tenggara Turki, Jumat (18/10).

Tentara oposisi Suriah yang didukung Turki mengendarai kendaraan bersenjata di Akcakale, Sanliurfa, tenggara Turki, Jumat (18/10).

Foto: AP Photo/Mehmet Guzel
Senator Partai Republik Lindsey Graham mendukung Trump menarik pasukan dari Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator dari Partai Republik Lindsey Graham mengatakan kini ia yakin 'solusi bersejarah' Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Suriah memungkinkan. Sebelumnya, Graham salah satu kritikus paling vokal keputusan Trump menarik pasukan AS dari utara Suriah.

Baca Juga

Dalam wawancaranya di stasiun televisi Fox News, Graham mengatakan pada akhir pekan kemarin ia sudah berbicara dengan Trump. Pembicaraan itu membuatnya optimistis pemerintah AS dapat meraih solusi dengan menjamin keamanan Turki dan Kurdi serta tetap menggelar perlawanan terhadap ISIS.

"Saya semakin optimistis kami dapat meraih jumlah solusi bersejarah di Suriah yang telah kami hindari selama bertahun-tahun bila kami memainkan kartu yang benar," kata Graham, di acara Sunday Morning Futures, Senin (21/10).

Graham mengatakan Trump sedang mempersiapkan kekuataan udara AS di atas demilitarized zone yang dikuasai pasukan internasional. Ia menambahkan penggunaan kekuatan udara dapat membantu memastikan militan ISIS yang ditahan di wilayah tersebut tidak 'melarikan diri'.

Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS dari Partai Republik Jim Infohe mengatakan Trump menyadari AS harus tetap mempertahankan kekuatan udara di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, Inhofe mengatakan AS harus mempertahanan kekuatan udara untuk menekan ISIS.

"(Serta) mencegah musuh kami Rusia dan Iran mengeksploitas situasi ini dan melindungi rekan kami di daratan," kata Inhofe dalam pernyataan tersebut.

Graham juga mengatakan ia yakin AS dan pasukan Kurdi yang sudah lama bersekutu dengan Washington dapat membantu memodernkan ladang minyak di Suriah. Pendapatnya akan masuk ke kantong Kurdi.

"Cara pikir Presiden Trump di luar kotak, presiden mengapresiasi apa yang telah Kurdi lakukan, ia ingin memastikan ISIS tidak kembali, saya berharap kami akan melanjutkan kerja sama dengan Kurdi di timur Suriah demi memastikan ISIS tidak bangkit kembali," katanya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA