Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Unggahan Hina Nabi Muhammad Picu Kerusuhan di Bangladesh

Selasa 22 Oct 2019 08:59 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Aplikasi media sosial di ponsel pintar (Ilustrasi)

Aplikasi media sosial di ponsel pintar (Ilustrasi)

Foto: VOA
4 orang tewas di Bangladesh dalam rusuh akibat unggahan yang menista Nabi Muhammad.

Sebuah unggahan di Facebook yang mengritik Nabi Muhammad memicu kerusuhan di selatan Bangladesh, Minggu (20/10). Setidaknya empat orang dikabarkan meninggal dunia.

Ratusan Muslim sebelumnya dilaporkan turun ke jalan di kota Borhanuddin, sekitar 195 km dari ibukota Dhaka. Mereka memprotes unggahan medsos yang diduga dibuat oleh seorang pria beragama non-Islam. Seorang pejabat pemerintahan lokal mengakui pihaknya sudah menggelar pertemuan untuk meredakan ketegangan.

Namun bukannya mereda, demonstran malah mengamuk dengan menyerang aparat keamanan yang dibalas dengan tembakan gas air mata dan peluru kosong. "Kami menembakkan peluru kosong untuk melindungi diri ketika sebagian demonstran mulai melemparkan batu ke arah kami dan memaksa kami berlindung di dalam gedung," tutur Sarkar Mohammad Kaisar, seorang perwira senior di distrik Bhola.

Menurut keterangan resmi sekitar 10 orang mengalami luka-luka, termasuk 10 orang polisi. Adapun media-media lokal melaporkan jumlah korban luka mencapai hingga 100 orang.

Para demonstran yang berasal dari kelompok konservatif mengaku terpicu oleh unggahan di medsos dan menuntut balas dendam. "Monster ini mengecam Rasul kami dan puterinya, Fatima. Semoga Allah menggerakkan para hakim untuk menggantung orang ini," kata salah seorang pengguna di Facebook.

Pria yang dituduh melakukan penistaan mengaku akunnya telah dibajak oleh orang lain. Kepolisian membenarkan pengakuan tersebut dengan menangkap tiga pria yang diduga meretas akun korban.

Bukan kali pertama Bangladesh dilanda ketegangan antara mayoritas muslim dan minoritas terkait isu penistaan agama. Pada 2016 silam sebanyak 14 kuil dan ratusan rumah milik warga Hindu dibakar dan dijarah oleh massa di Nasirnagar Upazila lantaran dipicu unggahan di media sosial.

Investigasi kepolisian kemudian mengungkap pria yang dituding mengunggah konten penghinaan tersebut ternyata tidak bersalah.

Setahun kemudian unggahan serupa di Facebook menggerakkan massa untuk membakar sejumlah rumah milik warga Hindu di Rangpur. Satu orang meninggal dunia dan beberapa lain mengalami luka-luka. Lebih dari separuh dekade lalu kelompok radikal Islam membakar wihara umat Buddha di Ramu.

rzn/vlz (AFP, AP, dpa, Reuters)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA