Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Presiden Cile Umumkan Paket Kebijakan Sosial

Rabu 23 Oct 2019 14:43 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Demonstrasi di Cile

Demonstrasi di Cile

Foto: AP Photo/Miguel Arenas
Unjuk rasa berubah menjadi penjarahan di Cile.

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO -- Presiden Cile Sebastian Pinera mengumumkan reformasi kebijakan sosial guna mengakhiri protes akibat kenaikan tarif transportasi publik, Rabu (23/10). Pinera berjanji membuat langkah-langkah sosial, termasuk meningkatkan pensiun dasar sebesar 20 persen.

Dilansir BBC,dia berjanji juga membuat undang-undang guna menutup biaya perawatan medis yang mahal. Kenaikan tagihan listrik sebesar 9,2 persen juga telah dibatalkan olehnya.

Berbicara dari istana kepresidenan di Santiago, Pinera mengatakan, telah menerima pesan yang jelas dari rakyatnya. "Pemerintahan saya, dengan rendah hati, menerima protes dari rakyat. Saya meminta maaf karena gagal mengantisipasi pecahnya kerusuhan di negara ini," kata Pinera, Rabu (23/10).

Pinera berharap mengubah aksi unjuk rasa menjadi kesempatan bagi Cile untuk menebus waktu yang terbuang sia, mengambil langkah, serta serius mengurus negara dengan cara yang mendesak. Dia juga bersumpah meningkatkan upah minimum serta memperkenalkan golongan pajak baru yang lebih tinggi.

Unjuk rasa di Santiago dipicu rencana pemerintah dalam menaikkan tarif metro. Siswa dan mahasiswa meminta penumpang menghindari biaya perjalanan dengan melompati pintu putar. Oleh karenanya, kenaikan harga tiket metro sejak itu dibatalkan.

Unjuk rasa meluas menjadi demonstrasi massa di beberapa kota ketika warga Cile menuntut tindakan untuk menaikkan biaya hidup dan upah rendah. Padahal, Cile merupakan salah satu neagra paling makmur di Amerika Latin, namun memiliki masalah tingkat ketimpangan yang tinggi.

Selama unjuk rasa, pemerintah memberlakukan darurat nasional hingga jam malam sebab penjarahan dan pembakaran meluas hingga menimbulkan korban jiwa. Banyak sekolah dan toko-toko tutup pada Selasa (22/10) waktu setempat.

Menteri Dalam Negeri Andres Chadwick mengatakan pelaku pengrusakan awalnya menyerang sistem metro dan bus. Tapi berubah menjadi penjarahan dan pembakaran toko-toko untuk menyerang rantai pasokan makanan Cile. "Hal itu jelas mencerminkan niatan merusak kehidupan sehari-hari warga," kata Chadwick.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA