Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Kremlin: AS Khianati Kurdi di Suriah

Rabu 23 Oct 2019 15:35 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berbicara dengan  juru bicara Kremlin Dmitry Peskov (kedua kanan) dalam KTT G-20 di Antalya, Turki, Senin, 16 November 2015.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berbicara dengan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov (kedua kanan) dalam KTT G-20 di Antalya, Turki, Senin, 16 November 2015.

Foto: AP Photo/Alexander Zemlianichenko
AS bersama Kurdi pernah bekerja sama menumpas militan ISIS.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kremlin mengatakan Amerika Serikat (AS) mengkhinati dan meninggalkan Kurdi di Suriah. Mereka meminta pasukan Kurdi segera menarik diri dari perbatasan Suriah sesuai dengan kesepakatan yang dibuat Moskow-Ankara atau mereka akan dihancurkan oleh pasukan Turki.

"AS telah menjadi sekutu dekat Kurdi dalam beberapa tahun terakhir, (tapi) pada akhirnya, mereka meninggalkan Kurdi dan pada intinya mengkhianati mereka," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Rabu (23/10).

Pernyataan yang dikutip kantor berita Rusia ini disampaikan setelah Moskow dan Ankara membuat kesepakatan yang memperkuat posisi mereka di Suriah. Kesepakatan itu mengizinkan pemerintah Suriah dan Rusia mengerahkan pasukan mereka untuk menyingkirkan milisi YPG dan senjata mereka dari perbatasan Suriah-Turki.

Hal ini Peskov katakan dalam rangka menanggapi pernyataan utusan khusus AS untuk Suriah James Jeffrey. Utusan khusus itu mengatakan AS mendorong Kurdi tetap berada di dekat perbatasan Suriah dan bertempur melawan pasukan Turki.

"Sekarang mereka (AS) memilih meninggalkan Kurdi di perbatasan dan hampir memaksa mereka untuk berperang melawan Turki," ujar Peskov.

Peskov menambahkan, jika Kurdi tidak menarik diri sesuai perjanjian antara Rusia dan Turki. Maka pasukan perbatasan pemerintah Suriah dan polisi militer Rusia akan mundur sehingga Kurdi harus menghadapi pasukan Turki.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA