Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Misteri Pulau Penuh Karet Gelang di Inggris Terungkap

Kamis 24 Oct 2019 06:40 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Sampah karet gelang dan jaring ikan di Pulau Mullion Inggris dibawa burung camar yang salah mengira karet sebagai cacing.

Sampah karet gelang dan jaring ikan di Pulau Mullion Inggris dibawa burung camar yang salah mengira karet sebagai cacing.

Foto: PA
Kejadian tersebut merupakan contoh lain manusia mencemari lautan.

REPUBLIKA.CO.ID, CORNWALL -- Sebuah pulau tidak berpenghuni di Inggris dikotori oleh ribuan karet gelang berwarna cokelat, kuning dan hijau. Kondisi ini membuat banyak peneliti bingung, berasal dari mana asal semua benda tersebut hingga bisa mencapai tempat itu.

"Kami pertama kali memperhatikan mereka pada kunjungan pemantauan selama musim kawin dan bingung mengapa ada begitu banyak karet dan bagaimana mereka sampai di sana," kata anggota West Cornwall Ringing Group Mark Grantham, yang menemukan karet gelang, dikutip dari The Independent, Kamis (24/10).

Pulau yang berada di lepas pantai Cornwall ini sangat terpencil sehingga diperlukan izin untuk melakukan kunjungan. Hanya saja, terdapat tumpukan karet gelang berwarna-warni mengisi pulau tersebut dan membuat banyak pertanyaan muncul.

Setelah diliputi penuh dengan misteri, pertanyaan tentang keberadaan gelang karet itu dapat dipecahkan oleh para ahli burung. Mereka menyimpulkan, benda itu berasal dari ladang hortikultura Cornish di mana karet digunakan untuk mengikat bunga potong. Karet pun diambil oleh burung laut karena keliru mengira itu cacing.

"Untuk menyelamatkan burung-burung yang bersarang, kami melakukan perjalanan khusus di musim gugur untuk membersihkan sampah. Hanya dalam satu jam, kami telah mengumpulkan ribuan gelang dan beberapa limbah memancing," kata Grantham.

Burung camar keliru mengenali karet gelang itu sebagai makanan saat pergi mencari makan di daratan. Mereka menyimpan benda elastis itu di tempat-tempat bertengger di pulau itu. Banyak karet yang ditemukan di antara pelet yang dimuntahkan oleh burung-burung.

Buntalan kecil jaring ikan hijau dan benang dari laut juga ditemukan di antara makanan yang tidak tercerna. Kemungkinan benda-benda tersebut pun telah disalahartikan oleh burung camar sebagai potongan makanan yang enak.

"Musim pengembangbiakan camar sangat buruk pada 2019 dan tekanan manusia ini tidak melakukan apa pun untuk membantu burung laut kita," kata Grantham.

Pulau Mullion adalah pos kecil berbatu di Semenanjung Lizard, yang dirawat oleh National Trust. Pulau ini menyediakan tempat perlindungan bagi burung laut bersarang termasuk burung camar, burung kormoran, dan shag. Jumlah camar besar hitam telah turun hampir sepertiga dalam beberapa tahun terakhir, sementara camar herring sekarang muncul dalam daftar konservasi di Inggris.

Ilmuwan burung dan mantan direktur konservasi Royal Society for the Protection of Birds Mark Avery mengatakan, kejadian tersebut merupakan contoh lain manusia mencemari lautan. Kondisi ini memiliki konsekuensi bagi burung dan mamalia dalam rantai makanan.

"Menelan karet gelang akan mengurangi jumlah ruang di perut burung untuk makanan dan nutrisi yang tepat. Kita tahu bahwa potongan-potongan plastik tetap tersangkut di perut burung dan sedikit demi sedikit bisa dihancurkan. Karet gelang tidak akan baik untuk mereka, dan mungkin sebenarnya sangat buruk," ujar Avery.

Avery mengatakan, burung laut dapat hidup hingga 25 tahun, sehingga lebih dari dua dekade mereka dapat mengumpulkan semua sampah yang manusia buang di lautan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA