Selasa 29 Oct 2019 08:25 WIB

Inggris Kirim Empat Identitas Mayat di Truk ke Vietnam

Proses identifikasi puluhan korban dalam truk berpendingin masih berlangsung.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah
Polisi forensik di lokasi temuan truk kontainer dimana di dalamnya terdapat 39 jenazah di Thurrock, Inggris Selatan, Rabu (23/10).
Foto: AP Photo/Alastair Grant
Polisi forensik di lokasi temuan truk kontainer dimana di dalamnya terdapat 39 jenazah di Thurrock, Inggris Selatan, Rabu (23/10).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pihak berwenang Inggris mengirim catatan empat korban dari 39 mayat yang ditemukan dalam truk berpendingin di wilayah Essex. Menurut Kementerian Luar Negeri Vietnam, dokumen itu digunakan untuk verifikasi identitas mayat, Senin (28/10).

"Kementerian Keamanan Publik Vietnam telah menerima dokumen untuk menghubungkan informasi dan memverifikasi identifikasi korban," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Bui Thanh Son yang berbicara ke surat kabar Vietnam.

Baca Juga

Pada hari yang sama, Duta Besar Inggris untuk Vietnam Gareth Ward mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari Kementerian Keamanan Publik Vietnam untuk bertukar informasi lebih lanjut mengenai kasus ini. Dia telah berdiskusi dengan kementerian terkait tentang cara mereka dapat bekerja sama secara erat selama proses identifikasi korban.

"Pada saat ini, kami belum menerima konfirmasi mengenai siapa orang-orang ini, dan dari mana mereka berasal," kata duta besar dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin, dikutip dari Xinhua.

Kelompok kerja Kementerian Keamanan Publik Vietnam telah datang ke provinsi Nghe An dan Ha Tinh pusat untuk mengumpulkan informasi dari kasus orang hilang. Penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui tentang pengiriman ilegal manusia ke luar negeri.

Laporan surat kabar Thanh Nien menyatakan, sebanyak 24 keluarga dari dua provinsi tersebut, 14 dari Nghe An dan 10 dari Ha Tinh, telah melaporkan kerabat yang hilang di Inggris dan Eropa setelah insiden truk Essex. Polisi dari kedua provinsi telah mengambil sampel rambut dan kuku dari keluarga yang melaporkan anggota yang hilang. Upaya ini dilakukan untuk dugaan anggota keluarga mereka menjadi salah satu dari 39 yang meninggal untuk keperluan verifikasi.

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc telah meminta Kementerian Keamanan Publik bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan otoritas provinsi Nghe An dan Ha Tinh. Kolaborasi ini agar bisa segera memverifikasi informasi dan menyelidiki kasus-kasus kepergian warga Vietnam secara ilegal ke luar negeri.

Nguyen juga meminta Kementerian Luar Negeri Vietnam untuk memonitor situasi dan bekerja sama dengan agen-agen Inggris yang relevan untuk mengonfirmasi identitas para korban. Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan dalam sebuah pernyataan, telah menginstruksikan kedutaan besarnya di London untuk membantu polisi Inggris dalam mengidentifikasi korban.

Sebanyak 39 mayat yang terdiri dari delapan wanita dan 31 pria ditemukan pada 23 Oktober di sebuah kontainer truk berpendingin di Inggris. Angkutan tersebut pertama kali turun di pelabuhan Zeebrugge di Belgia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement