Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Malaysia: Boikot Sawit India tidak akan Berlangsung Lama

Kamis 31 Oct 2019 04:25 WIB

Red: Ani Nursalikah

Tentara paramiliter India berjaga saat Muslim Kashmir menunaikan shalat Jumat di jalan di luar masjid setempat saat jam malam di Srinagar, India.

Tentara paramiliter India berjaga saat Muslim Kashmir menunaikan shalat Jumat di jalan di luar masjid setempat saat jam malam di Srinagar, India.

Foto: AP Photo/Mukhtar Khan
India memboikot sawit Malaysia karena tersinggung urusan Kashmir.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Azman Ali mengatakan boikot minyak sawit oleh pedagang India tampaknya tidak akan lama, Rabu (30/10). Para pedagang India diberitahu untuk berhenti membeli minyak sawit dari Malaysia, pengekspor komoditas terbesar kedua.

Langkah itu diambil setelah pernyataan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad soal Kashmir menuai kemarahan di India. Mahathir mengatakan di hadapan Majelis Umum PBB September lalu India menyerbu dan menduduki Kashmir, wilayah mayoritas Muslim bersengketa yang juga diklaim oleh Pakistan.

Azman mengatakan boikot minyak sawit Malaysia sepertinya hanya bersifat sementara, sebab pasokan dari Indonesia sendiri tidak cukup memenuhi permintaan di India. "Kami yakin itu tidak lama, kami akan menyelesaikan masalah ini secara efektif," katanya kepada parlemen, Rabu.

Azman juga membela pernyataan Mahathir dengan mengatakan Malaysia seharusnya bebas menyuarakan pendapatnya terhadap isu internasional. Mahathir mengaku tidak akan mencabut pernyataannya meski ada boikot.

India melucuti status khusus negara bagian Jammu dan Kashmir pada Agustus dan membaginya menjadi dua wilayah federal. India menepis kritikan dari sejumlah negara asing terkait tindakannya terhadap wilayah tersebut. India berdalih itu adalah urusan internal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA