Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Usai Penembakan Malam Halloween, Airbnb Ambil Tindakan Tegas

Ahad 03 Nov 2019 03:45 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Andri Saubani

Situs Airbnb

Situs Airbnb

Foto: mashable
Lima orang tewas setelah peristiwa penembakan pada Kamis (31/10) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, ORINDA - CEO Airbnb mengatakan, perusahaan itu mengambil tindakan terhadap pihak yang tidak berwenang. Tindakan itu setelah penembakan mematikan di pesta Halloween yang diadakan di rumah sewaan Airbnb di California, Amerika Serikat.

Dalam serangkaian cicitan di Twitter, Brian Chesky mengatakan pada Sabtu (2/11) perusahaan yang berbasis di San Francisco ini memperluas penyaringan manual reservasi yang "berisiko tinggi", dan akan mengusir tamu yang gagal mematuhi kebijakan yang melarang pesta di rumah sewaan Airbnb. Dia juga mengatakan, perusahaan membentuk tim respon cepat ketika keluhan oleh pihak yang tidak sah masuk.

"Kita harus berbuat lebih baik, dan kita akan melakukannya. Ini tidak bisa diterima," kata Chesky, Ahad (3/11).

Lima orang tewas setelah penembakan Kamis (31/10) malam yang membuat sekitar 100 pengunjung yang ketakutan berlarian untuk menyelamatkan diri mereka di Orinda, pinggiran kota San Francisco. Rumah dengan empat kamar tidur telah disewa di Airbnb oleh seorang wanita yang memberi tahu pemiliknya bahwa belasan anggota keluarganya menderita asma dan perlu menghindari asap dari kebakaran. Kebakaran yang terjadi di Sonoma sekitar 97 kilometer di utara Orinda awal pekan ini mengotori udara wilayah yang luas tersebut.

Pemiliknya curiga terhadap sewa satu malam pada Halloween dan sebelum menyetujui mengingatkan penyewa bahwa tidak ada pesta yang diizinkan. Pemiliknya, Michael Wang, mengatakan istrinya berusaha menghubungi penyewa pada Kamis malam setelah tetangga menghubungi mereka tentang pesta itu. Penyewa mengatakan hanya ada dua belas orang di rumah tetapi Wang mengatakan dia bisa melihat lebih banyak orang di video dari kamera bel pintu.

"Kami memanggil polisi. Mereka sedang dalam perjalanan untuk pergi ke sana untuk menghentikan mereka, tetapi sebelum kami sampai di sana tetangga sudah mengirimi kami pesan yang mengatakan ada penembakan, ”kata Wang.

Pihak berwenang masih belum menangkap pelakunya dan masih belum diketahui motif serangan itu. Dua senjata ditemukan di properti itu, kata pihak berwenang. Tiga orang, semuanya dari Bay Area, meninggal di tempat kejadian dan yang keempat dan kelima meninggal di rumah sakit. Lainnya terluka oleh tembakan atau cedera dalam kepanikan yang menyusul, kata pihak berwenang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA