Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Thailand: Perundingan RCEP Berada dalam Jalur

Selasa 05 Nov 2019 00:04 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Gita Amanda

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) berfoto bersama dengan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara peserta KTT ke-3 Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Bangkok, Thailand, Senin (4/11/2019).

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) berfoto bersama dengan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara peserta KTT ke-3 Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Bangkok, Thailand, Senin (4/11/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
RCEP dapat menjadi kerja sama perdagangan bebas terbesar di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Thailand mengatakan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) berada dalam jalurnya walaupun sempat ada keragu-raguan dari India. RCEP dapat menjadi kerja sama perdagangan bebas terbesar di dunia.

Cina mengatakan 15 negara anggota RCEP setuju untuk maju tanpa India. Tapi pintu untuk mereka tetap terbuka.

Awalnya RCEP terdiri dari 10 negara anggota ASEAN ditambah Cina, Korea Selatan, Jepang, India, Australia, dan Selandia Baru. Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit mengatakan 16 negara anggota RCEP sudah mencapai kesepakatan dan akan segera memberikan pernyataan.

Laksanawisit menambahkan masih ada beberapa detail yang perlu diselesaikan. Ia juga mengatakan rencananya kesepakatan RCEP akan ditandatangani tahun depan saat Vietnam sebagai ketua dewan ASEAN.

Wakil Menteri Luar Negeri Cina Le Yucheng mengatakan 15 negara anggota telah memutuskan untuk maju. "Teks dasar negosiasi sudah diselesaikan dan isu akses pasar telah disimpulkan, kapan pun India siap mereka akan diterima," kata Le, Senin (4/11), seperti dilansir Reuters. 

Sementara itu pejabat India yang mengetahui tentang perundingan ini mengatakan belum semua hal sudah diselesaikan. Proses perundingan pun masih terus berjalan.

Perang dagang antara AS dan Cina memicu negosiasi RCEP harus segera diselesaikan. Sebab perang dagang itu memukul perekonomian Asia Tenggara cukup parah. Tapi India khawatir kesepakatan ini dapat membuat negara anggota RCEP kebanjiran produk Cina.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA