Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Pengadilan Israel Deportasi Aktivis Human Rights Watch

Selasa 05 Nov 2019 17:52 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Umat Islam mengibarkan bendera Palestina.

Umat Islam mengibarkan bendera Palestina.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Israel mengkriminalisasi BDS dan melobi negara Barat untuk mengikuti langkah mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Pengadilan tinggi Israel memutuskan mendukung pemerintah untuk tidak memperpanjang visa kerja aktivis organisasi manusia Human Rights Watch (HRW). Pengacaranya mengatakan Omar Shakir akan meninggalkan Israel dalam 20 hari atau akan dideportasi.

Dalam laporan yang diunggah situs pengadilan, Selasa (5/11), tiga hakim memutuskan untuk mendukung pemerintah Israel mengusir Shakir. Warga Amerika Serikat (AS) yang mewakili HRW di Israel dan Palestina.

Shakir menggugat keputusan pemerintah yang menilai pendapatnya yang pro-Palestina di masa lalu, merupakan dukungan boikot anti-Israel saat ini. Israel mengatakan Shakir mendukung gerakan Boikot, Disinvestasi dan Sanksi (BDS) Israel. Israel mengkriminalisasi BDS dan melobi negara-negara Barat untuk mengikuti langkah mereka.

Pengacara Shakir mengatakan keputusan itu membuat kliennya harus meninggalkan Israel dalam 20 hari atau dideportasi. Belum ada komentar dari Shakir atau HRW yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.

Namun, mereka pernah memberikan komentar sebelum keputusan dibuat. HRW mengatakan langkah Israel terhadap Shakir menunjukkan mereka sedang menekan kritik terhadap buruknya catatan hak asasi di negara itu.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA