Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Terombang-ambing di Lautan, Turis Ini Selamat Berkat Manisan

Rabu 06 Nov 2019 02:22 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

laut Yunani.

laut Yunani.

Foto: Reuters
Kushila Stein terombang-ambing di lautan Yunani selama dua hari

REPUBLIKA.CO.ID, HERAKILION -- Kushila Stein tidak pernah menyangka bisa selamat karena sekantung manisan ketika terombang-ambing di lautan Yunani selama dua hari. Stein awalnya hanya ingin berniat baik menemani seorang pria Inggris bernama Mike dalam perjalanan di lautan. Dia menaiki Rival 34 yacht dari Turki selatan ke Athena.

Selama perjalanan, Stein memutuskan untuk meregangkan kakinya dengan berlayar menggunakan sampan ke pulau Folegandros pada hari Jumat (1/11) Namun, dalam perjalanan kembali ke kapal pesiar, salah satu dayungnya jatuh ke laut dan angin kencang mendorongnya ke lautan lepas.

Ketika Stein tidak kembali ke kapal pesiar, pemilik kapal melaporkan ke pihak berwenang Yunani pada Sabtu pagi. Operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan enam kapal, helikopter, dan kapal nirawak bawah laut diluncurkan oleh penjaga pantai dilakukan. Pencarian yang intensif pun dilakukan oleh Penjaga Pantai Yunani.

Ketika itu, Stein sudah pasrah, dia hanya berbekal manisan dan kantong plastik untuk menghangatkan tubuhnya. Dia pun sudah menulis nama ibunya dan detail kontak di samping perahu, untuk berjaga-jaga ketika dia tidak segera ditemukan dan meninggal di lautan lepas.

Warga Selandia baru ini pun harus menjatah manisan yang dimilikinya agar bisa mengisi perut agar bisa bertahan. Perempuan berusia 45 tahun pun terbukti kuat bertahan selama dua hari di laut dalam perahu di dekat Yunani.

Stein pun dapat diselamatkan dari Laut Aegean, 101 km di utara Kreta, pada Ahad. Penyelamatan ini dapat dilakukan karena pelaut Stein meletakkan tas merah di kepalanya dan menggunakan cermin untuk menarik perhatian. Penjaga pantai menjemputnya di antara Kreta dan Folegandros.

Ibunya, Wendy Stein, mengatakan kepada Stuff.co.nz, pelatihan yang dimiliki putrinya dalam bertahan hidup di laut mungkin telah menyelamatkan hidupnya. Pelatihan tersebut membuatnya tahu bagaimana bertahan dengan pasokan makanan minim dan mencoba cara menarik perhatian agar mudah diselamatkan.

Setelah ditemukan, Stein dibawa ke rumah sakit dan langsung mendapatkan perawatan karena paparan dan dehidrasi. "Saya masih memiliki satu ibu yang masih ada," ujarnya ketika pertama kali diselamatkan, dikutip dari BBC, Selasa (5/11).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA