Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Prancis Kecam Rencana Israel Bangun 2.342 Permukiman Baru

Rabu 06 Nov 2019 18:32 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat

Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat

Foto: REUTERS
2.342 pemukiman baru akan dibangun di Tepi Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Prancis mengecam keputusan otoritas Israel terkait rencana pembangunan 2.342 unit rumah pemukiman baru di Tepi Barat. Selain itu Prancis juga menolak proyek-proyek infrastruktur Israel di dekat Bethlehem. Pernyataan itu dikeluarkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Prancis. 

Baca Juga

“Keputusan-keputusan (Israel) ini datang di tengah konteks yang mengganggu  percepatan aktivitas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur serta merusak kondisi untuk perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina berdasarkan pada dua solusi negara,” dalam pernyataan Kemenlu Prancis seperti dilansir  kantor berita Wafa pada Rabu (6/10). 

Karena itu Prancis meminta pemerintah Israel untuk menghentikan proyek-proyek itu serta segala yang dapat membahayakan solusi dua negara menempuh perdamaian. 

Sebelumnya Wafa juga melaporkan pada Selasa (5/11) bahwa Uni Eropa juga mengecam rencana Israel yang akan membangun ribuan unit rumah baru serta membuka jalan untuk pemukiman orang-orang Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. 

Uni Eropa menegaskan semua kegiatan itu ilegal di bawah hukum internasional. Pada Oktober lalu, otoritas Israel menyepakati pembangunan lebih dari 2.000 unit perumahan di pemukiman ilegal yang berada di Tepi Barat yang diduduki. 

“Posisi Uni Eropa untuk penyelesaian Israel di wilayah Palestina yang diduduki jelas dan tak berubah, semua aktivitas pemukiman ilegal di bawah hukum internasional dan itu telah meruntuhkan solusi dua negara serta prospek untuk perdamaian abadi seperti ditegaskan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334,” tutur seorang juru bicara Uni Eropa dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (5/11). 

Uni Eropa juga menilai bahwa pembangunan jalan yang terpisah bagi pemukim Yahudi dan warga Palestina menyebabkan fragmentasi di Tepi Barat. 

“Israel juga menyetujui izin untuk pembangunan jalan terowongan baru, yang melewati Betlehem ke Barat. Pembangunan progresif dari jalan yang terpisah, menghubungkan pemukiman dan pos-pos satu sama lain ke jalan di Israel dan menghindari kota-kota Palestina adalah fragmentasi yang mengakar di Tepi Barat,” katanya. 

Uni Eropa pun menyerukan Israel untuk mengakhiri semua aktivitas pemukiman. Uni Eropa pun menyatakan akan terus mendukung dimulainya kembali proses menuju solusi dua negara sebagai cara yang  realistis dan layak untuk memenuhi aspirasi yang sah dari kedua belah pihak. Andrian Saputra

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA