Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Prancis dan Cina Sepakati Kerja Sama Bisnis Rp 210 Triliun

Kamis 07 Nov 2019 00:40 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Reuters/J. Lee

Reuters/J. Lee

Kesepakatan bisnis Cina Prabcis ini mencakup sejumlah sektor

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Cina Xi Jinping mengumumkan kontrak kerja sama baru senilai 15 miliar dolar AS (lebih dari Rp 210 triliun), pada Rabu (06/11) di Beijing. Sebanyak 20 perusahaan Prancis juga diizinkan untuk mengekspor unggas, daging sapi, dan babi ke Cina.

Dalam kunjungannya ke negeri tirai bambu tersebut, Macron turut mengajak sebanyak 30 delegasi bisnis perusahaan Prancis.

Presiden Xi Jinping menyampaikan bahwa dirinya dan Macron "mengirim pesan ke seluruh dunia mengenai pentingnya menegakkan multilateralisme dan perdagangan bebas, serta membangun ekonomi yang terbuka."

"Membuka akses pasar dan kemitraan di antara perusahaan-perusahaan yang kami miliki (Prancis dan Cina) adalah sebuah prioritas," ujar Macron. Kedua negara menargetkan untuk "membangun kerja sama yang stabil di tengah kondisi dunia yang dinilai semakin tidak menentu."

Macron dan Xi juga menandatangani kesepakatan pencegahan produksi minuman anggur dan keju palsu di Cina.

Kesepakatan ini terjalin di hari yang sama ketika Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga mengumumkan dibukanya kembali keran ekspor daging sapi dan babi ke Cina.

Perjanjian Paris

Dalam kesempatan ini, Macron dan Xi juga menegaskan kembali pentingnya Perjanjian Paris. Mereka menyebutnya sebagai sesuatu hal yang "tidak dapat diubah."

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat akan menarik diri dari Perjanjian Paris yang diumumkan Presiden AS Donald Trump awal pekan ini.

Macron dan Xi pun menentang keputusan Trump, menyatakan bahwa "hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim mengancam perdamaian dan stabilitas global." Mereka juga berkomitmen bahwa kedua negara akan terus menjalin kerja sama dalam perjuangan melawan perubahan iklim.

Dalam kunjungannya ke Cina, Macron juga turut meresmikan pembukaan museum seni Pompidou di Shanghai, museum yang diberi nama sama sesuai museum aslinya yang berada di Paris.

Baca juga: Kesepakatan Perdagangan Regional Terbesar Diperkirakan Rampung Pada 2020

rap/ae (reuters, dpa, ap)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA