Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Erdogan Umumkan Turki Berhasil Menangkap Istri Baghdadi

Kamis 07 Nov 2019 01:36 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Presidential Press Service via AP
Baghdadi diketahui memiliki empat istri.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap istri pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang telah tewas dalam operasi pasukan Amerika Serikat (AS) di Suriah. Baghdadi diketahui memiliki empat istri.

Baca Juga

"AS dengan bangga mengumumkan kematian Baghdadi. Saya mengumukan di sini untuk pertama kalinya bahwa kami menangkap istrinya, dan kami juga menangkap saudara perempuannya dan kami tak sesumbar seperti Amerika," katanya dalam pidato di Ankara University seperti dikutip Aljazirah, Kamis (7/11).

Meski demikian, Erdogan tidak secara detail mengungkapkan hal lain terkait penangkapan tersebut. Awal pekan ini, pejabat senior Turki mengatakan, Turki telah menangkap saudara perempuan Baghdadi, suami dan menantunya. Dari penangkapan tersebut pihak Turki berharap mendapatkan informasi dari mereka tentang ISIS, meskipun Ankara belum mengatakan informasi apa yang mungkin mereka miliki tentang operasi ISIS.

Pejabat Turki yang tak ingin disebutkan jati dirinya itu mengatakan, saudari Baghdadi yang berusia 65 tahun itu dicurigai berafiliasi dengan ISIS. Dia menyebut penangkapan saudari Baghdadi sebagai "tambang emas" intelijen.

Hingga kematiannya, Baghdadi kerap berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain di Suriah Timur di tengah kampanye pengetatan yang dipimpin AS terhadap kelompoknya. Pergerakannya berakhir di Idlib, Suriah Barat Laut, daerah yang dikuasai oleh kelompok bersenjata saingan.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dua istri al-Baghdadi juga tewas di lokasi serangan Amerika. Baghdadi bangkit memimpin kelompok ultra-garis keras dan menyatakan dirinya sebagai khalifah bagi semua Muslim. Dia memegang kendali atas wilayah besar Irak dan Suriah dari 2014-2017 sebelum kontrol ISIS direbut oleh koalisi pimpinan-AS.

Para pemimpin dunia menyambut kematiannya. Namun juga memperingatkan kelompok itu bisa melakukan kekejaman terhadap minoritas agama dan membuat sebagian besar Muslim ngeri. Ini tetap menjadi ancaman keamanan di Suriah dan sekitarnya.

ISIS mengatakan seorang penerus Baghdadi (Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi, Red) telah ditunjuk. Seorang pejabat senior AS mengatakan pekan lalu bahwa Washington sedang mencari pemimpin baru untuk menentukan dari mana dia berasal.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA