Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Cina Berlakukan Jam Malam untuk Anak Bermain Gim

Kamis 07 Nov 2019 02:53 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Penggunaan gawai menjelang tidur justru membuat anak tidur lebih sedikit dan kelelahan di hari selanjutnya.

Penggunaan gawai menjelang tidur justru membuat anak tidur lebih sedikit dan kelelahan di hari selanjutnya.

Foto: Dailymail
China juga batasi waktu bermain gim anak yaitu hanya 90 menit di hari kerja

REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah Cina telah memberlakukan jam malam bermain gim daring bagi anak-anak di bawah umur. Gamers yang berusia di bawah 18 tahun dilarang bermain game antara pukul 22.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Selain itu, ada batasan waktu bermain game bagi mereka, yakni 90 menit saja pada hari kerja dan tiga jam pada akhir pekan ataupun hari libur. Ini merupakan langkah terbaru Cina untuk mengekang kecanduan video gim, yang menurut para pejabat setempat kini sudah merusak kesehatan anak-anak.

Apalagi, Cina adalah salah satu pasar game terbesar di dunia. Kebijakan resmi pemerintah ini sudah dirilis sejak Selasa (5/11).

Gamers berusia 8-16 tahun dapat menghabiskan hingga 200 yuan per bulan hanya untuk bermain gim, sementara mereka yang berusia antara 16-18 tahun dapat menghabiskan hingga 400 yuan pada akun game mereka. Menurut Perusahaan Riset, Newzoo, Cina adalah pasar game terbesar kedua di dunia, dengan pendapatan global AS melampaui China untuk pertama kalinya tahun ini karena meningkatnya peraturan China di industri ini.

China telah berulang kali mengkritik video gim karena berdampak negatif terhadap kaum muda. Pada 2018, pemerintah mengumumkan pembentukan regulasi bagi game online. Hal ini sebagai tanggapan atas kekhawatiran tentang rabun dekat pada anak-anak juga untuk membatasi jumlah game online baru, membatasi waktu pembayaran, dan mengembangkan sistem pembatasan usia.

Namun pada tahun yang sama, entah mengapa China memberhentikan kebijakan yang baru berjalan sembilan bulan itu, dan penghentian kebijakan tersebut justru memberikan pukulan signifikan bagi para industri game daring.

Beberapa perusahaan video game terbesar merespon secara proaktif, tetapi penegakan kebijakan dan verifikasi usia yang ditentukan telah menjadi sorotan utama.

Tencent (perusahaan game terbesar di dunia) mengatasi kritik tersebut dengan membatasi waktu permainan hingga satu jam per hari untuk pengguna di bawah 12 tahun, dan dua jam per hari untuk pengguna antara 12-18 tahun. Mereka juga mulai mengharuskan pengguna untuk membuktikan usia dan identitas mereka.

Tetapi pedoman baru perusahaan itu, kini justru sudah berlaku secara menyeluruh bagi semua platform game online yang beroperasi di China, dan China juga tegas akan mengatasi penegakan hukum secara langsung.

“Pihak administrasi akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk membangun sistem identifikasi terpadu, yang dapat digunakan platform game untuk memverifikasi identitas dan usia pengguna dengan data pemerintah,” ungkap salah seorang juru bicara pemerintahan China, kepada kantor berita Xinhua.

Tahun lalu dan untuk pertama kalinya, World Health Organization (WHO) mengkategorikan kecanduan game sebagai gangguan kondisi kesehatan mental atau disebut gaming disorder.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA